<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465</id><updated>2011-07-08T00:05:30.441-07:00</updated><title type='text'>Indonesian Red Crescent Society</title><subtitle type='html'>Perhimpunan Bulan Sabit Merah Indonesia adalah Lembaga Kemanusiaan yang didirikan oleh relawan-relawan di Indonesia dari Aceh hingga Papua dengan semangat bahwa salah satu lambang kemanusiaan universal adalah lambang Bulan Sabit Merah yang netral dan independen tanpa intervensi negara dengan semangat volunteerisme</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-693354493316332892</id><published>2009-12-23T21:59:00.001-08:00</published><updated>2009-12-23T22:03:59.989-08:00</updated><title type='text'>Kram pada Otot</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SzMERFF0DrI/AAAAAAAAADk/vyuGcD2ss5Y/s1600-h/skeleton-muscle.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 291px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SzMERFF0DrI/AAAAAAAAADk/vyuGcD2ss5Y/s320/skeleton-muscle.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418679468127686322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hampir sebagian kita pernah merasakan kram otot. Saat kram, otot tiba-tiba terasa tegang, nyeri hebat, dan sulit digerakkan. Jangankan untuk melangkah, untuk berdiri pun sulit. Kadang-kadang, penderita sampai meraung-raung kesakitan. Demikian nyerinya kram otot!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diketahui pasti bagaimana kram bisa timbul. Ada yang mengatakan karena penumpukan asam laktat, ada yang menyebut suplai darah yang kurang dibandingkan dengan kebutuhan sebagai biang, ada juga yang menyalahkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan penyebab, ada beberapa, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kurang pemanasan saat akan berolahraga.&lt;br /&gt;   2. Kelelahan akibat penggunaan otot yang terus menerus.&lt;br /&gt;   3. Berolahraga pada cuaca panas.&lt;br /&gt;   4. Kekurangan cairan (dehidrasi) dan elektrolit.&lt;br /&gt;   5. Cedera otot.&lt;br /&gt;   6. Kekurangan vitamin, misalnya tiamin (B1), asam pantotenat (B5), dan piridoksin (B6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun kram otot dapat hilang sendiri, tapi tindakan berikut perlu dilakukan untuk meringankan gejala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Otot yang kram diregangkan.&lt;br /&gt;   2. Pemijitan pada otot yang kram.&lt;br /&gt;   3. Kompres air hangat.&lt;br /&gt;   4. Minum yang banyak untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak terkena kram otot, atau setidak-tidaknya tidak terserang untuk kesekian kalinya, sebaiknya lakukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Pemanasan yang cukup sebelum berolah raga atau aktivitas tertentu yang melibatkan otot. Kemudian jangan lupa pendinginan / pelemasan sesudahnya.&lt;br /&gt;   2. Minum lebih banyak cairan, terutama yang mengandung elektrolit, saat berolahraga.&lt;br /&gt;   3. Olah raga dengan intensitas ringan lebih dahulu, kemudian berangsur-angsur lebih berat.&lt;br /&gt;   4. Jika mesti duduk lama (menggunakan otot panggul) atau menulis lama (menggunakan otot jari), selang beberapa lama sebaiknya diselingi pelemasan dan peregangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: www.wartamedika.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-693354493316332892?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/693354493316332892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/12/kram-pada-otot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/693354493316332892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/693354493316332892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/12/kram-pada-otot.html' title='Kram pada Otot'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SzMERFF0DrI/AAAAAAAAADk/vyuGcD2ss5Y/s72-c/skeleton-muscle.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-7701877310635222224</id><published>2009-12-13T23:59:00.001-08:00</published><updated>2009-12-14T00:01:45.482-08:00</updated><title type='text'>Bersin, Kesehatan dan Syukur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SyXwhIcqFiI/AAAAAAAAADc/KmlJkHdPQBE/s1600-h/bersin2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SyXwhIcqFiI/AAAAAAAAADc/KmlJkHdPQBE/s320/bersin2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414998578976921122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bersin adalah respon tubuh yang dilakukan oleh membran hidung ketika mendeteksi adanya bakteri dan kelebihan cairan yang masuk ke dalam hidung, sehingga secara otomatis tubuh akan menolak bakteri itu. Syaraf-syaraf yang terdapat di hidung dan mata itu sebenarnya saling bertautan, sehingga pada saat kita bersin, maka secara otomatis mata kita akan terpejam. Hal ini untuk melindungi saluran air mata dan kapiler darah agar tidak terkontaminasi oleh bakteri yang keluar dari membran hidung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pada saat kita bersin, secara refleks maka otot-otot yang ada di muka kita menegang, dan jantung kita akan berhenti berdenyut atau berhenti berdetak untuk sementara (baca=sekejap). Setelah selesai bersin maka jantung akan kembali lagi berdenyut alias berdetak kembali. Oleh karena itu, dalam agama Islam kita disarankan untuk mengucapkan kalimat pujian kepada Tuhan yaitu "Alhamdulillah" yang artinya "Segala Puji bagi Allah", karena jantung kita sudah berfungsi lagi normal seperti biasanya, setelah istirahat sejenak disebabkan oleh bersin kita tadi. Rasulullah bersabda dalam hadist Shahih Bukhari, 6223: “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta’alaa anhu, Rasulullah bersabda, “Sungguh Allah mencintai orang yang bersin “. Imam Ibn Hajar berkata, “Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan . Bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fath-hul Baari: 10/6077)&lt;br /&gt;Nabi menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah agar membalas pujian tersebut.&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;“Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Al-Hamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu, dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdikumullahu wa Yushlihubaalakum” (HR. Bukhari, 6224)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat disertai hentakan melalui dua lubang: hidung dan mulut. Maka akan terkuras dari badan bersamaan dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, haba’ (sesuatu yang sangat kecil, di udara, yang hanya terlihat ketika ada sinar matahari), atau kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernafasan. Oleh karena itu, secara tabiat, bersin datang dari Yang Maha Rahman (Pengasih), sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Dan menguap datang dari syaithan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh. Dan atas setiap orang hendaklah memuji Allah Yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi ketika dia bersin, dan agar meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap (Lihat Al-Haqa’iq Al-Thabiyah fii Al-Islam: hal 155)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maka dari itu, berdoa setelah bersin adalah wujud sykur kita kepada Allah dan jangan lupa setelah bersin jangan lupa cuci tangan dengan sabun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : wikpedia, anangku.blogspot.com, alsofwah.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-7701877310635222224?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/7701877310635222224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/12/bersin-kesehatan-dan-syukur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/7701877310635222224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/7701877310635222224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/12/bersin-kesehatan-dan-syukur.html' title='Bersin, Kesehatan dan Syukur'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SyXwhIcqFiI/AAAAAAAAADc/KmlJkHdPQBE/s72-c/bersin2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-6377372966292155138</id><published>2009-12-07T19:55:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T20:47:16.471-08:00</updated><title type='text'>Menjaga Mata dalam Bekerja dgn Komputer</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/Sx3ZpOaxk9I/AAAAAAAAADQ/Nd_VHNx5-hM/s1600-h/work.comp.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 294px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/Sx3ZpOaxk9I/AAAAAAAAADQ/Nd_VHNx5-hM/s320/work.comp.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412721629437465554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apabila anda seorang pekerja keras terutama di belakang meja, di depan komputer yang biasanya memakan waktu berlama-lama tanpa terasa sudah 3 jam atau bahkan berjam-jam. Anda tergolong  sangat produktif. Banyak tulisan yg anda buat atau pengetahuan dari membaca sambil browsing internet tersebut ,bukan? Setelah berlama-lama di depan komputer mungkin baru terasa capeknya setelah berakhirnya pekerjaan anda,. Lelah fisik sudah barang tentu mata anda juga. Tanpa terasa mata anda dikucek-kucek, enakkan? Ya pada kelelahan tersebut tanda klinisnya terasa mata pegel, tak enak bahkan gatal, lalu dikucek pasti terasa nikmat. Sekali-sekali boleh saja, tapi kalau sudah seringkali perlu dipertimbangkan, perlakukan mata anda dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang di jaman sekarang sdh bukan hal yang asing ,banyak orang bekerja didepan monitor sepanjang hari. Tidak ada kantor yg didalamnya tidak ada kom[puternya, meski komputer keluaran tahun awal-awal ada komputer alias computer jadul. Pada awalnya kita agak khawatir dg pengaruh komputer dapat mengganggu kesehatan tubuh terutama mata. Akan tetapi para ahli selalu mencari teroboson untuk menciptakan alat bantu yang semakin ramah dg kesehatan tubuh manusia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Namun demikian, bekerja terlalu lama di depan layar monitor tetap saja dapat mempengaruhi kesehatan , seperti; mata lelah, ngeres, pegel, nyeri punggung , bahu dan leher,dll. Oleh karena itu perlu juga tahu bagaimana trik-trik cara mengatasi kelelahan dan ketegangan mata saat di depan layar monitor, sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Bekerjalah di dalam ruangan yg cukup cahaya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan pencaharyaan di ruangan kerja anda. Jangan bekerja di ruangan yang terlalu terang shg menyilaukan mata, dan juga tidak terlalu gelap. Gunakan krey untuk mengatur cahaya yg masuk dari jemdela.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;   2. Gunakanlah filter monitor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengurangi sinar yang menyilaukan dan radiasi yang dipancarkan layar monitor, gunakan filter glass monitor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Periksalah monitor anda&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periksa apakah monitor anda masih dapat digunakan dg baik,adakah banyak ‘semut’nya? Bandingkan dengan monitor lain. Bila gambar tampak semakin buram dan berkedip-kedip sehingga tidak nyaman bagi mata anda, maka sdh waktunya memperbaiki atau mengganti monitoranda&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;   4. Letakkan kertas kerja agar mudah dibaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda harus bekerja dengan menyalin atau sambil membaca kertas kerja, maka letakkanlah kertas kerja anda agar berada pada jarak yg seimbang dengan monitor dan mata anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Perhatikan posisi monitor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letakkan layer monitor sedemikian rupa shg membentuk sudut antara 10-15 derajat dari posisi sejajar dengan pandangan mata anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;   6. Bekerjalah dengan ‘font’ yg besar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda harus mengedit tulisan di depan computer. Pastikan huruf yg anda gunakan cukup besar.Jangan paksakan mata anda membaca huruf kecil pada monitor.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;   7. Periksa Kacamata atau  lensa kontak  anda &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda meanggunakan kacamata atau lensa kontak dan anda harus bekerja lam,sep[anjang hari di depan layer monitor, ada baiknya anda konsultasikan dengan dokter mata atau opktik anda agar anda bisa mendapatkan ukuran kacamata yang sesuai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;   8. Istirahatkan sejenak mata anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda bekerja di depan layer monitor berjam-jam,maka usahakan berhenti setiap 1 jam selam 10-15 menit. Sambil berdiri dan bergerak sekalian ‘self massage’untuk relaksasi tubuh, bila dekat jendela lihatlah dengan pandangan jauh kearah hijaunya pohon-pohon di taman, baru kemudian segera kembali duduk bekerja dengan posisi semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Bekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: dr.Jamaluddin SpM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-6377372966292155138?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/6377372966292155138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/12/menjaga-mata-dalam-bekerja-dgn-komputer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/6377372966292155138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/6377372966292155138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/12/menjaga-mata-dalam-bekerja-dgn-komputer.html' title='Menjaga Mata dalam Bekerja dgn Komputer'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/Sx3ZpOaxk9I/AAAAAAAAADQ/Nd_VHNx5-hM/s72-c/work.comp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-2542740078780170446</id><published>2009-12-07T02:53:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T03:09:38.291-08:00</updated><title type='text'>Penyakit Kaki Gajah / Filariasis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SxziZq82arI/AAAAAAAAADI/yxXSKzvYMww/s1600-h/penularan+filariasis2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 316px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SxziZq82arI/AAAAAAAAADI/yxXSKzvYMww/s320/penularan+filariasis2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412449782846614194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis) adalah golongan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Setelah tergigit nyamuk, parasit (larva) akan menjalar dan ketika sampai pada jaringan sistem lympa maka berkembanglah menjadi penyakit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Penyakit Kaki Gajah bukanlah penyakit yang mematikan, namun demikian bagi penderita mungkin menjadi sesuatu yang dirasakan memalukan bahkan dapat mengganggu aktifitas sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Kaki Gajah umumnya banyak terdapat pada wilayah tropis. Menurut info dari WHO, urutan negara yang terdapat penderita mengalami penyakit kaki gajah adalah Asia Selatan (India dan Bangladesh), Afrika, Pasifik dan Amerika. Belakangan banyak pula terjadi di negara Thailan dan Indonesia (Asia Tenggara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Penularan Penyakit Kaki Gajah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya. Darah yang terinfeksi dan mengandung larva dan akan ditularkan ke orang lain pada saat nyamuk yang terinfeksi menggigit atau menghisap darah orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti Malaria dan Demam berdarah, Filariasis dapat ditularkan oleh 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes &amp;amp; Armigeres. Karena inilah, Filariasis dapat menular dengan sangat cepat.&lt;br /&gt;Tanda dan Gejala Penyakit Kaki Gajah&lt;br /&gt;Seseorang yang terinfeksi penyakit kaki gajah umumnya terjadi pada usia kanak-kanak, dimana dalam waktu yang cukup lama (bertahun-tahun) mulai dirasakan perkembangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun gejala akut yang dapat terjadi antara lain :&lt;br /&gt;   * Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat&lt;br /&gt;   * Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit&lt;br /&gt;   * Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis)&lt;br /&gt;   * Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah&lt;br /&gt;   * Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan gejala kronis dari penyakit kaki gajah yaitu berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan Diagnostik Penyakit Kaki Gajah&lt;br /&gt;Penyakit kaki gajah ini umumnya terdeteksi melalui pemeriksaan mikroskopis darah, Sampai saat ini hal tersebut masih dirasakan sulit dilakukan karena microfilaria hanya muncul dan menampilkan diri dalam darah pada waktu malam hari selama beberapa jam saja (nocturnal periodicity).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, berbagai methode pemeriksaan juga dilakukan untuk mendiagnosa penyakit kaki gajah. Diantaranya ialah dengan system yang dikenal sebagai Penjaringan membran, Metode konsentrasi Knott dan Teknik pengendapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode pemeriksaan yang lebih mendekati kearah diagnosa dan diakui oleh pihak WHO adalah dengan jalan pemeriksaan sistem "Tes kartu", Hal ini sangatlah sederhana dan peka untuk mendeteksi penyebaran parasit (larva). Yaitu dengan cara mengambil sample darah sistem tusukan jari droplets diwaktu kapanpun, tidak harus dimalam hari.&lt;br /&gt;Penanganan dan Pengobatan Penyakit Kaki Gajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama dalam penanganan dini terhadap penderita penyakit kaki gajah adalah membasmi parasit atau larva yang berkembang dalam tubuh penderita, sehingga tingkat penularan dapat ditekan dan dikurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dietilkarbamasin {diethylcarbamazine (DEC)} adalah satu-satunya obat filariasis yang ampuh baik untuk filariasis bancrofti maupun malayi, bersifat makrofilarisidal dan mikrofilarisidal. Obat ini tergolong murah, aman dan tidak ada resistensi obat. Penderita yang mendapatkan terapi obat ini mungkin akan memberikan reaksi samping sistemik dan lokal yang bersifat sementara dan mudah diatasi dengan obat simtomatik.&lt;br /&gt;Dietilkarbamasin tidak dapat dipakai untuk khemoprofilaksis. Pengobatan diberikan oral sesudah makan malam, diserap cepat, mencapai konsentrasi puncak dalam darah dalam 3 jam, dan diekskresi melalui air kemih. Dietilkarbamasin tidak diberikanpada anak berumur kurang dari 2 tahun, ibu hamil/menyusui, dan penderita sakit berat atau dalam keadaan lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada kasus penyakit kaki gajah yang cukup parah (sudah membesar) karena tidak terdeteksi dini, selain pemberian obat-obatan tentunya memerlukan langkah lanjutan seperti tindakan operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan Penyakit Kaki Gajah&lt;br /&gt;Bagi penderita penyakit gajah diharapkan kesadarannya untuk memeriksakan kedokter dan mendapatkan penanganan obat-obtan sehingga tidak menyebarkan penularan kepada masyarakat lainnya. Untuk itulah perlu adanya pendidikan dan pengenalan penyakit kepada penderita dan warga sekitarnya.&lt;br /&gt;Pemberantasan nyamuk diwilayah masing-masing sangatlah penting untuk memutus mata rantai penularan penyakit ini. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan hal terpenting untuk mencegah terjadinya perkembangan nyamuk diwilayah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan :&lt;br /&gt;secara massal dilakukan didaeah endemis dengan menggunakan obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5 ? 10 tahun, untuk mencegah reaksi samping seperti demam, diberikan Parasetamol ; dosis obat untuk sekali minum adalah, DEC 6 mg/kg/berat badan, Albenzol 400 mg albenzol (1 tablet ) ; pengobatan missal dihentikan apabila Mf rate sudah mencapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ( sumber: infopenyakit.com dan infeksi.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-2542740078780170446?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/2542740078780170446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/12/penyakit-kaki-gajah-filariasis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/2542740078780170446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/2542740078780170446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/12/penyakit-kaki-gajah-filariasis.html' title='Penyakit Kaki Gajah / Filariasis'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SxziZq82arI/AAAAAAAAADI/yxXSKzvYMww/s72-c/penularan+filariasis2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-3144963622260138132</id><published>2009-12-01T21:41:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T21:46:09.074-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SxX_DufDcmI/AAAAAAAAAC4/c_gv6jN-6H0/s1600-h/Laporan+Ketua+Umum+BSMI+dr.+Basuki+Supartono,+SpOT,+FICS,+MARS.+Pada+penutupan+RSL+BSMI+Pariaman.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SxX_DufDcmI/AAAAAAAAAC4/c_gv6jN-6H0/s320/Laporan+Ketua+Umum+BSMI+dr.+Basuki+Supartono,+SpOT,+FICS,+MARS.+Pada+penutupan+RSL+BSMI+Pariaman.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410510966838489698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-3144963622260138132?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/3144963622260138132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/12/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/3144963622260138132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/3144963622260138132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/12/blog-post.html' title=''/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SxX_DufDcmI/AAAAAAAAAC4/c_gv6jN-6H0/s72-c/Laporan+Ketua+Umum+BSMI+dr.+Basuki+Supartono,+SpOT,+FICS,+MARS.+Pada+penutupan+RSL+BSMI+Pariaman.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-547063824974004410</id><published>2009-12-01T03:10:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T03:11:35.172-08:00</updated><title type='text'>Tips Mengatasi Bau Badan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SxT5254EwUI/AAAAAAAAACo/0vY7deixe-k/s1600/bb.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SxT5254EwUI/AAAAAAAAACo/0vY7deixe-k/s320/bb.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410223774023074114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="content"&gt;     &lt;p&gt;Bau badan sangat mengganggu aktivitas kita, tidak dapat dipungkiri masalah yang satu ini akan menghambat pergaulan anda, baik dengan teman maupun rekan bisnis anda. Ketika keringat kita terperangkap, contoh di ketiak, bakteri akan dengan cepat berkembang dan bau badanlah yang terproduksi. Ada beberapa cara untuk membantu kita melawan bau badan ini :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Hati-hati memilih bahan pakaian&lt;br /&gt;Pakaian yang ketat dan berjenis sintetis menyebabkan lebih banyak keringat dari pada pakaian yang biasa. jadi sebisa mungkin pakai pakaian yg longgar dan terbuat dari katun agar badan anda dapat bernafas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Gunakan deodorants dan antiperspirants&lt;br /&gt;Anti-per spirants mengandung garam aluminium yang dapat mengurangi keringat dengan menutup saluran keringat. Deodorants, disisi lain mengandung antiseptic untuk melawan bakteri. deodorants membantu mengurangi bau tapi tidak mengurangi keringat yg terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Pelihara kebersihan&lt;br /&gt;Mandi dengan teratur merupakan hal terpenting dalam melawan bau badan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Hindari minuman yang panas&lt;br /&gt;Minuman yang panas dapat meningkatkan panas badan dan meningkatkan keringat. jadi kalau anda mengkhawatirkan bau badan anda, ada baiknya membiasakan minum air dingin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Gunakan Parfum&lt;br /&gt;Parfum mungkin tidak dapat mengatasi langsung keringat badan, namun mereka akan membantu ketika bau2 tersebut terjadi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan tips di atas, semoga dapat membantu anda mengatasi atau mengurangi bau badan. Jika gejala bau badan masih menyerang anda, sebaiknya hubungi dokter untuk mengetahui gejala lebih lanjut.&lt;br /&gt;( Sumber : &lt;a href="http://www.infokulit.com/" title="www.infokulit.com"&gt;www.infokulit.com&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-547063824974004410?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/547063824974004410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/12/tips-mengatasi-bau-badan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/547063824974004410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/547063824974004410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/12/tips-mengatasi-bau-badan.html' title='Tips Mengatasi Bau Badan'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SxT5254EwUI/AAAAAAAAACo/0vY7deixe-k/s72-c/bb.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-1262015223118878565</id><published>2009-11-25T00:11:00.001-08:00</published><updated>2009-11-25T00:13:35.488-08:00</updated><title type='text'>Atasi Bau Mulut Tak Sedap</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pernahkah anda bayangkan, agenda yang sudah dirancang sedemikian rupa untuk mempresentasikan kinerja terbaik anda di depan klien, tiba-tiba hancur seketika karena bau mulut? Walaupun anda seorang presiden direktur atau public figure sekalipun, bau mulut dapat merusak citra anda, yang akan menimbulkan pengaruh negatif dalam bisnis, pergaulan, bahkan kehidupan perkawinan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika halitosis disebabkan kelainan di dalam mulut, umumnya itu terjadi akibat pembusukan sisa-sisa makanan oleh bakteri. Penimbunan sisa-sisa makanan terjadi karena kebersihan mulut yang buruk, akan diperburuk oleh faktor susunan gigi yang salah posisi seperti misalnya gigi berjejal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penggunaan gigi palsu juga terkadang menyebabkan halitosis. Pemakaian gigi palsu dari logam dan vulganit lebih sering menimbulkan bau daripada yang terbuat dari akrilik, kecuali gigi palsu akrilik itu tidak dipelihara dengan baik. Para pemakai gigi palsu sebaiknya membersihkan gigi palsunya sebagaimana merawat gigi aslinya. Bila mengalami bau mulut tidak sedap tanpa penyebab yang jelas selama satu minggu, walaupun sudah menyikat gigi, lidah, gusi dan melakukan pembersihan dengan benang gigi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila mengalami bau mulut disertai sakit gigi; mungkin ada gigi yang berlubang atau abses. Sikatlah gigi dengan gerakan memutar, karena selain membersihkan, gerakan ini juga tidak akan merusak gusi. Ketika menyikat gigi, sikat juga bagian atas lidah dengan sikat gigi. Pastikan mencapai bagian belakang. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karies gigi atau gigi berlubang, juga merupakan penyakit yang seringkali luput dari perhatian, memungkinkan tertimbunnya sisa makanan dan hal ini sudah barang tentu merupakan salah satu penyebab halitosis. Penyakit lain, misalnya penyakit pada gusi yang disebabkan oleh bakteri fusospirochaeta, juga menimbulkan bau busuk yang sangat tajam.&lt;br /&gt;Selain itu, bau mulut juga bisa merupakan gejala penyakit tertentu yang mempengaruhi seluruh tubuh, seperti penyakit hati, kencing manis (diabetes) yang tidak terkontrol, penyakit paru-paru atau mulut. Bisa juga disebabkan oleh adanya tumor pada kerongkongan atau lambung yang menghasilkan cairan atau gas berbau busuk, mengalami regurgitasi ke dalam rongga mulut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi, halitosis tidak selalu berkaitan dengan penyakit. Pada individu tertentu bau mulut itu normal, misalnya saat baru bangun tidur, saat wanita sedang haid, pada lansia, atau ketika seseorang dalam pengobatan dengan zat tertentu misalnya dimetil sulfida sebagai terapi demam rematik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, penatalaksanaan halitosis tergantung pada penyebabnya. Bila disebabkan oleh kelainan di dalam mulut, bau tidak sedap bisa dikurangi atau dihilangkan sama sekali. Halitosis akibat pembusukan sisa-sisa makanan bisa ditanggulangi dengan menjaga kebersihan mulut dan gigi, antara lain dengan menggosok gigi secara teratur dan boleh dianjurkan memakai obat kumur. Perawatan yang sama juga dianjurkan pada pemakai gigi palsu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada umumnya bau mulut tak sedap diakibatkan karena:&lt;br /&gt;Ada infeksi di rongga mulut, sariawan, gigi keropos atau berlubang, gusi bengkak, karang gigi atau calculus. Lidah meradang, bisa karena kurang vitamin, lidah tergigit, atau tumbuh kanker di sana. Ada infeksi gusi, gusi gampang berdarah, demam, mulut banyak mengeluarkan liur dan badan lemah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berikut ini beberapa cara mencegah timbulnya bau mulut yang menjengkelkan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Pastikan kesehatan dan kebersihan gigi serta mulut dengan menggosok gigi dua kali sehari, pada pagi dan malam hari sebelum tidur. Jika perlu, berkumurlah dengan cairan antiseptik untuk memastikan bakteri anaerob tak berkembang biak selama Anda beristirahat.&lt;br /&gt;2. Jangan lupa menyikat lidah, permukaan lidah yang tidak rata memungkinkan adanya sisa makanan tersangkut di sana.&lt;br /&gt;3. Usahakan sesering mungkin minum air putih. Hindari minum kopi karena akan memperparah keadaan. Ada baiknya pula untuk mempertimbangkan menghentikan kebiasaan merokok, karena bau racun rokok akan senantiasa menetap.&lt;br /&gt;4. Mengunyah permen karet bebas gula bisa membantu merangsang produksi saliva (air liur), terutama bagi mereka yang memiliki saliva yang kental.&lt;br /&gt;5. Kunjungi dokter gigi. Mungkin ada gigi yang berlubang, ada karang gigi, atau masalah kesehatan mulut dan gigi anda minimal sekali enam bulan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kini giliran untuk mencobanya, jangan sampai anda dijauhi banyak orang karena masalah bau mulut. Lebih percaya diri dengan nafas segar, bebas dari bau mulut tak sedap. (dari berbagai sumber).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-1262015223118878565?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/1262015223118878565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/11/atasi-bau-mulut-tak-sedap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/1262015223118878565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/1262015223118878565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/11/atasi-bau-mulut-tak-sedap.html' title='Atasi Bau Mulut Tak Sedap'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-729349226070561645</id><published>2009-11-24T23:49:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T23:50:53.230-08:00</updated><title type='text'>Tips Merawat Kesehatan Mata</title><content type='html'>&lt;p&gt;Mata merupakan jendela dunia, bisa menikmati berbagai ciptaan Allah SWT merupakan hal yang luar biasa. Panca indera yang satu ini memang harus dirawat bak mahkota raja. Merrupakan suatu hal yang wajib dilakukan mengingat besarnya peran indera penglihatan bagi kelangsungan kehidupan kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mata membutuhkan perlindungan dari efek yang merugikan dari lingkungan. Efek kerusakan bisa muncul bila terlalu sering terkena sinar matahari, angin, debu, dan faktor lainnya. Dalam menjaga kesehatan mata ada beberapa langkah penting untuk memastikan perlindungan yang baik untuk mata anda, yaitu: &lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Selalu periksakan mata anda secara berkala. Ini baik untuk mencegah dan mengobati masalah mata yang sudah ada. Jika anda menggunakan kontak lens pastikan agar benar- benar bersih. Masalah penglihatan yang tidak ditangani akan berkembang semakin parah, dan memakai lensa kontak atau kacamata yang tidak lagi cocok untuk Anda dapat menyebabkan masalah penglihatan dan sakit kepala&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Makan diet simbang buah-buahan dan sayuran segar. Makanlah makanan yang kaya nutrisi vitamin A, E dan C. Makanlah banyak wortel yang kaya beta karoten dan termasuk ikan yang tinggi omega 3. Coba secangkir brokoli karena ini juga baik untuk mata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Merawat kesehatan Anda dan sistem kekebalan tubuh. Hindari terlalu banyak merokok dan minum alkohol yang berlebihan karena hal ini dapat membuat mata Anda terlihat lelah. Merokok mempunyai efek buruk pada peredaran darah di sekitar daerah mata. Jika Anda memiliki diabetes, secara teratur cek-up karena jika diabaikan ini dapat mempengaruhi mata. Cobalah untuk juga menjaga tekanan darah dan kolesterol pada tingkat normal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Lindungi mata dengan kacamata hitam atau sekurang-kurangnya 95% terlindung dari UV. Memilih jenis kacamata dengan frame yang bagus untuk memastikan perlindungan penuh. Memakai topi, topi dan menggunakan payung untuk agar mata lebih teduh dan terlindungi dari panas. Gunakan kacamata pelindung ketika dalam berolahraga berat dan ketika bekerja dengan alat dan mesin berat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Pastikan untuk selalu memiliki tangan yang bersih sebelum menyentuh mata Anda. Infeksi pada mata dapat dimulai dengan tangan yang tidak bersih. Juga, cobalah menghindari terlalu banyak menggosok mata. Gunakan saputangan yang bersih dan katun untuk membersihkan mata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Ingatlah ketika membaca harus memiliki pencahayaan yang baik. Dalam menonton TV, menggunakan layar anti-silau. Melakukan hal yang sama ketika menggunakan komputer. Dalam menggunakan computer dapat menyertakan screen pelindung. Luangkan waktu sebentar untuk relaksasi dari pandangan computer.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7. Melakukan senam mata sederhana seperti mata berkedip untuk meringankan stres. Berkedip membantu melumasi mata. Cobalah untuk menutup mata Anda selama sekitar 5 menit untuk menjadi rileks dan mengurangi ketegangan mata. Melihat sesuatu hijau sangat baik untuk mata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;8. Setelah terasa istirahat sudah cukup, mencuci mata dengan air dingin untuk mengurangi ketegangan mata. Gunakan tetes mata jika di perlukan tetapi harus sesuai dengan petunjuk dokter.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;9. Mengkonsumsi makanan yang bernutrisi. Studi baru-baru ini menunjukkan bahwa vitamin dan kelompok antioksidan dapat mencegah, atau paling tidak memperlambat degenerasi makular dan pertumbuhan katarak. Nutrisi yang baik bagi tubuh juga baik untuk mata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;10. Cari lensa kontak dengan kualitas baik. Tidak semua lensa kontak sama. Ada yang aman untuk mata Anda, dan ada juga yang beresiko merusak mata. Jika memakai lensa kontak, rawatlah dengan baik. Lensa kontak tidaklah begitu merepotkan, tapi Anda juga tak dapat mengabaikan kebersihannya. Setiap kali akan memakai atau melepaskan lensa kontak Anda, bilaslah. Anda juga harus mengganti cairannya, ketika Anda menaruh di tempatnya waktu anda tidur di malam hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;11. Pakailah lensa kontak sesuai jadwal yang disarankan. Ada orang yang bermaksud menghemat dengan memakai lensa kontak lebih lama daripada yang dimaksudkan. Ini bukanlah hal yang baik. Meskipun kulitas lensanya tidak akan berkurang, tumpukan protein dapat mengaburkan penglihatan Anda. Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah, semakin lama Anda memakai lensa kontak Anda, semakin tinggi resiko mata Anda terkena infeksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ternyata merawat kesehatan mata tidaklah rumit, dan tidak perlu mengeluarkan budget khusus. Anda cukup melakukan hal-hal ringan untuk tetap memiliki mata yang sehat dan indah. Lakukan secara berkala dan mulailah kebiasaan sehat ini dari sekarang. (dari berbagai sumber)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-729349226070561645?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/729349226070561645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/11/tips-merawat-kesehatan-mata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/729349226070561645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/729349226070561645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/11/tips-merawat-kesehatan-mata.html' title='Tips Merawat Kesehatan Mata'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-4429554681948700596</id><published>2009-11-23T20:43:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T20:44:32.036-08:00</updated><title type='text'>Kenali Anemia Lebih Dekat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SwtkpqnDzHI/AAAAAAAAACY/WpApZ07I8gY/s1600/anemia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 209px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SwtkpqnDzHI/AAAAAAAAACY/WpApZ07I8gY/s320/anemia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407526444563942514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Apa itu Anemia?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aktivitas berlebihan sepanjang waktu, tanpa disadari kerap mendatangkan 5 L (lemah, letih lesu, lelah, lunglai). Bisa jadi hal tersebut diakibatkan karena anda terkena anemia, yaitu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah (protei pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal. Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah normal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti apa gejalanya ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gejala-gejala yang disebabkan oleh pasokan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan ini, bervariasi. Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung.&lt;br /&gt;Terjadinya anemia adalah pada saat darah tidak mempunyai cukup kandungan hemoglobin dimana hemoglobin merupakan protein di dalam sel-sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh anggota tubuh. Dan penyebab yang paling sering dari ketidakcukupan hemoglobin dalam darah adalah karena tubuh tidak mempunyai zat besi yang cukup untuk memproduksi hemoglobin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gejala-gejala Anemia&lt;br /&gt;• Tubuh gemetar&lt;br /&gt;• Kelopak mata membiru&lt;br /&gt;• Keluar keringat dingin.&lt;br /&gt;• Pucat atau kepucatan&lt;br /&gt;• Merasa sering lelah&lt;br /&gt;• Nafas pendek yang itdak wajar selama olah raga&lt;br /&gt;• Detak jantung cepat&lt;br /&gt;• Daerah akral (tangan dan kaki) dingin&lt;br /&gt;• Sakit kepala&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa saja penyebab anemia?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Kehilangan banyak darah&lt;br /&gt;Kehilangan darah dapat disebabkan karena perdarahan internal yang biasanya terjadi pada saluran percernaan, ulkus atau luka pada usus, peradangan colon, kanker atau konsumsi obat seperti aspirin dan obat-obatan sejenis dalam waktu lama dapat menjadi penyebab timbulnya perdarahan internal di dalam perut atau saluran pencernaan. Itulah mengapa begitu penting mengetahui penyebab terjadinya kadar zat besi dalam darah yang rendah. Pada wanita dimana mereka mengalami siklus menstruasi bulanan juga dapat menjadi sebab terjadinya anemia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Salah pola diet&lt;br /&gt;Beberapa jenis anemia dapat dicegah dan tergantung dari penyebab anemia itu sendiri. Seperti yang disebabkan karena diet yang salah dan sembarangan. Untuk pencegahan anemia dengan sebab kesalahan dalam diet anda dapat mengkonsumsi atau diet dengan memastikan makanan yang anda makan mengandung zat besi.&lt;br /&gt;Anda juga dapat mengkonsumsi vitamin c atau memakan makanan yang kaya akan vitamin c seperti buah jeruk dan pada saat yang sama makanlah makanan yang kaya akan zat besi atau pil zat besi yang dapat membantu tubuh anda menyerap zat besi dengan lebih baik dan penyerapan yang maksimal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana pencegahannya ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun mencegah anemia tidaklah rumit, anda dianjurkan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi. Daftar makanan yang kaya akan zat besi seperti ;&lt;br /&gt;• Tahu -  Tempe&lt;br /&gt;• Daun ubi&lt;br /&gt;• Hati dan daging&lt;br /&gt;• Makanan laut&lt;br /&gt;• Buah-Buahan yang dikeringkan seperti buah aprikot, buah prem dan jambu monyet.&lt;br /&gt;• Kacang-kacangan&lt;br /&gt;• Buncis (lima buncis)&lt;br /&gt;• Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli&lt;br /&gt;• Semua jenis padi-padian&lt;br /&gt;• Roti atau sereal yang mengandung zat besi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa yang harus dihindari?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa makanan dapat berfungsi sebaliknya yaitu mencegah penyerapan zat besi dalam tubuh yaitu kopi, teh, kuning telur, susu, serat dan protein kedelai. Jadi cobalah hindari makan-makanan tersebut pada saat anda mengkonsumsi atau memakan makanan yang kaya akan zat besi.&lt;br /&gt;Dengan mencoba pola hidup sehat mulai hari ini, anda tidak perlu khawatir lagi untuk beraktivitas seharian. Cukupi kebutuhan zat besi anda dengan makanan alami yang sudah dijabarkan di atas. Untuk lebih melengkapi kandungan zat besi, anda dapat mengkonsumsi asupan tambahan dari vitamin penambah darah yang tersedia di apotek terdekat dengan meminum sesuai dosis yang sudah ditentukan. (dari berbagai sumber)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-4429554681948700596?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/4429554681948700596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/11/kenali-anemia-lebih-dekat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/4429554681948700596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/4429554681948700596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/11/kenali-anemia-lebih-dekat.html' title='Kenali Anemia Lebih Dekat'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SwtkpqnDzHI/AAAAAAAAACY/WpApZ07I8gY/s72-c/anemia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-1312302906069956455</id><published>2009-11-19T03:15:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T03:17:08.224-08:00</updated><title type='text'>Penyakit Kulit?? No Way!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SwUpELMWZ0I/AAAAAAAAACQ/547jPtBaTH0/s1600/Scabies-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 247px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SwUpELMWZ0I/AAAAAAAAACQ/547jPtBaTH0/s320/Scabies-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405772079428953922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Hujan yang belakangan terus menerus mengguyur negeri ini menyebabkan banjir khususnya di wilayah DKI Jakarta. Mungkin bukan sesuatu yang mutlak, namun kondisi yang hampir setiap tahun terjadi ini, mau tidak mau membingkai pikiran kita untuk merangkai dua kejadian tersebut menjadi pasangan yang tak terpisahkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun bukan hanya banjir yang datang pada musim hujan ini, masih banyak hal lain yang disebabkan oleh hujan, salah satunya adalah penyakit kulit. Penyakit yang satu ini juga perlu diwaspadai kehadirannya. Hujan, banjir, jalanan berlumpur, serta sanitasi air yang buruk membuat kulit kita rentan terhadap berbagai resiko penyakit kulit. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita harus lebih waspada dalam mencegah berbagai serangan penyakit kulit yang kapan saja bisa menyerang. Penyakit kulit yang dibahas disini adalah yang tidak berbahaya atau tidak akan menimbulkan dampak buruk terhadap kelangsungan hidupnya. Lalu penyakit kulit apa saja yang mungkin muncul, bagaimana mencegahnya dan seperti apa pula pengobatannya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berikut adalah beberapa jenis penyakit kulit yang dimaksud, sekaligus akan dibahas juga cara pencegahannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Kudis&lt;br /&gt;Kudis adalah penyakit kulit yang menular, penyakit ini dalam bahasa ilmiah disebut scabies, memiliki gejala gatal, dan rasa gatal tersebut akan lebih para pada malam hari. Sering muncul di tempat-tempat lembab di tubuh seperti misalnya, tangan, ketiak, pantat, kunci paha dan terkang di celang jari tangan atau kaki.&lt;br /&gt;Cara Pencegahan penyakit kudis dapat dilakukan dengan mencuci seprai tempat tidur, handuk dan pakaian yang dipakai dalam 2 hari belakangan dengan air hangat dan deterjen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Kurap&lt;br /&gt;Penyakit Kurap merupakan suatu penyakit kulit yang menular.Gejala kurap mulai dapat dikenali ketika terdapat bagian kecil yang kasar pada kulit dan dikelilingi lingkaran merah muda. Kurap dapat dicegah dengan cara mencuci tangan yang sempurna, menjaga kebersihan tubuh, dan mengindari kontak dengan penderita.&lt;br /&gt;Kurap dapat diobati dengan anti jamur yang mengandung mikonazol dan kloritomazol dengan benar dapat menghilangkan infeksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Panu&lt;br /&gt;Panau atau Panu adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit panau ditandai dengan bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada saat berkeringat. Bercak-bercak ini bisa berwarna putih, coklat atau merah tergantung warna kulit si penderita.&lt;br /&gt;Panau paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panau juga bisa ditemukan pada penderita berumur tua.&lt;br /&gt;Cara pencegahan penyakit kulit Panau dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kulit, dan dapat diobati dengan obat anti jamur yang dijual di pasaran, dan dapat juga diobati dengan obat-obatan tradisional seperti daun sirih yang dicampur dengan kapur sirih dan dioleh pada kulit yang terserang Panau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4.  Gatal-gatal&lt;br /&gt;Biasanya jika musim hujan tiba, maka gatal-gatal sering menyerang di bagian kaki. Air selokan yang meluap, mengakibatkan parasit cacing serta amoeba turut terangkat. Ini sangat rentan terkena kaki meskipun kita memakai alas kaki. Untuk mencegah penyakit kulit (gatal-gatal) yang biasanya menyerang pada kaki maka kita harus membiasakan untuk menjaga kebersihan, biasakan rutin mencuci kaki. Apabila kaki sudah terinfeksi dan timbul gatal-gatal, maka cari obat yang sesuai atau cocok dengan kulit kita, jika perlu konsultasi ke dokter. Kulit kaki yang tipis atau sensitif sering mengalami hal ini (biasanya kaum wanita), bahkan terkena air kotor saja sudah gatal dan bengkak. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbagai penyakit kulit ringan ini bisa saja dihindari asalkan kita selalu mererapkan pola hidup yang bersih, yaitu membiasakan mencuci tangan dan kaki setelah beraktifitas, ataupun langsung mandi setelah bepergian. Jangan lupa untuk selalu mencuci bersih pakaian dan handuk yang kita gunakan untuk menghindari penyakit kulit yang siap menyerang kita kapan saja dan dimana saja. (dari berbagai sumber)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-1312302906069956455?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/1312302906069956455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/11/penyakit-kulit-no-way.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/1312302906069956455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/1312302906069956455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/11/penyakit-kulit-no-way.html' title='Penyakit Kulit?? No Way!!'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SwUpELMWZ0I/AAAAAAAAACQ/547jPtBaTH0/s72-c/Scabies-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-9184598322051136465</id><published>2009-11-17T21:44:00.000-08:00</published><updated>2009-11-18T00:50:51.723-08:00</updated><title type='text'>Melangkah Lebih Jauh dari HIV / AIDS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SwO1VU3RZhI/AAAAAAAAACI/3biCkSlm3ZU/s1600/sentani.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 196px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SwO1VU3RZhI/AAAAAAAAACI/3biCkSlm3ZU/s320/sentani.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405363355757143570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Prevalensi HIV/AIDS di Indonesia telah bergerak dengan laju yang sangat mengkhawatirkan. Pada tahun 1987, kasus HIV/AIDS ditemukan untuk pertama kalinya hanya di Pulau Bali. Sementara kini hampir semua provinsi di Indonesia sudah ditemukan kasus HIV/AIDS.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Permasalahan HIV/AIDS telah sejak lama menjadi isu bersama yang terus menyedot perhatian berbagai kalangan, terutama sektor kesehatan. Namun sesungguhnya masih banyak informasi dan pemahaman tentang permasalahan kesehatan ini yang masih belum diketahui lebih jauh oleh masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; HIV adalah virus penyebab AIDS. HIV terdapat dalam cairan tubuh seseorang seperti darah, cairan kelamin (air mani atau cairan vagina yang telah terinfeksi) dan air susu ibu yang telah terinfeksi. Sedangkan AIDS adalah sindrom menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. Orang yang mengidap AIDS amat mudah tertular oleh berbagai macam penyakit karena sistem kekebalan tubuh penderita telah menurun.HIV dapat menular ke orang lain melalui:&lt;br /&gt;• Hubungan seksual (anal, oral, vaginal) yang tidak terlindungi (tanpa kondom) dengan orang yang telah terinfeksi HIV.&lt;br /&gt;• Jarum suntik/tindik/tato yang tidak steril dan dipakai bergantian&lt;br /&gt;• Mendapatkan transfusi darah yang mengandung virus HIV&lt;br /&gt;• Ibu penderita HIV Positif kepada bayinya ketika dalam kandungan, saat melahirkan atau melalui air susu ibu (ASI)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PENULARAN&lt;br /&gt;HIV tidak ditularkan melalui hubungan sosial yang biasa seperti jabatan tangan, bersentuhan, berciuman biasa, berpelukan, penggunaan peralatan makan dan minum, gigitan nyamuk, kolam renang, penggunaan kamar mandi atau WC/Jamban yang sama atau tinggal serumah bersama Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). ODHA yaitu pengidap HIV atau AIDS. Sedangkan OHIDA (Orang hidup dengan HIV atau AIDS) yakni keluarga (anak, istri, suami, ayah, ibu) atau teman-teman pengidap HIV atau AIDS.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Lebih dari 80% infeksi HIV diderita oleh kelompok usia produktif terutama laki-laki, tetapi proporsi penderita HIV perempuan cenderung meningkat. Infeksi pada bayi dan anak, 90 % terjadi dari Ibu pengidap HIV. Hingga beberapa tahun, seorang pengidap HIV tidak menunjukkan gejala-gejala klinis tertular HIV, namun demikian orang tersebut dapat menularkan kepada orang lain.&lt;br /&gt;  Setelah itu, AIDS mulai berkembang dan menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala.Tanda-tanda klinis penderita AIDS :&lt;br /&gt;1. Berat badan menurun lebih dari 10 % dalam 1 bulan&lt;br /&gt;2. Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan&lt;br /&gt;3. Demam berkepanjangan lebih dari1 bulan&lt;br /&gt;4. Penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologis&lt;br /&gt;5. Dimensia/HIV ensefalopati&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gejala minor :&lt;br /&gt;1. Batuk menetap lebih dari 1 bulan&lt;br /&gt;2. Dermatitis generalisata yang gatal&lt;br /&gt;3. Adanya Herpes zoster multisegmental dan berulang&lt;br /&gt;4. Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita&lt;/p&gt; &lt;p&gt; HIV dan AIDS dapat menyerang siapa saja. Namun pada kelompok rawan mempunyai risiko besar tertular HIV penyebab AIDS, yaitu :&lt;br /&gt;1. Orang yang berperilaku seksual dengan berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom&lt;br /&gt;2. Pengguna narkoba suntik yang menggunakan jarum suntik secara bersama-sama&lt;br /&gt;3. Pasangan seksual pengguna narkoba suntik&lt;br /&gt;4. Bayi yang ibunya positif HIV&lt;/p&gt; &lt;p&gt; HIV dapat dicegah dengan memutus rantai penularan, yaitu ; menggunakan kondom pada setiap hubungan seks berisiko,tidak menggunakan jarum suntik secara bersam-sama, dan sedapat mungkin tidak memberi ASI pada anak bila ibu positif HIV. Sampai saat ini belum ada obat yang dapat mengobati AIDS, tetapi yang ada adalah obat untuk menekan perkembangan virus HIV sehingga kualitas hidup ODHA tersebut meningkat. Obat ini harus diminum sepanjang hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Menurut seksolog Dr. Boyke Dian Nugraha, mengatakan bahwa ada beberapa langkah yang digunakan untuk mencegah penularan penyakit tersebut yaitu :&lt;br /&gt;1. Hindari hubungan seks bebas&lt;br /&gt;Seseorang yang sering melakukan hubungan seks dengan bergonta-ganti pasangan, maka dapat dipastikan seseorang tersebut memiliki resiko lebih besar`untuk tertular penyakit tersebut.&lt;br /&gt;2. Setiap pria atau wanita harus setia kepada pasangan masing-masing. Sehingga diharapkan dapat mengurangi masuknya virus HIV yang dapat menghancurkan sistem kekebalan tubuh manusia.&lt;br /&gt;3. Hindari penggunaan jarus suntik secara`bergantian khususnya bagi para generasi muda, karena jarum yang digunakan belum tentu steril.&lt;br /&gt;4. Hindari penularan melalui transfusi darah dengan cara selektif dan ketat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Melalui berbagai informasi mengenai cara menghindari agar tidak tertular HIV/AIDS, dan pengetahuan mengenai ciri-ciri orang yang mengidap penyakit ini, dapat menjaga kita dari penyakit yang belum ada obatnya ini. Hal ini secara tidak langsung dapat melindungi kita semua dari bahaya HIV/AIDS, sehingga dapat selangkah lebih maju untuk menjauhi penyakit HIV/ AIDS.(dari berbagai sumber)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-9184598322051136465?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/9184598322051136465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/11/melangkah-lebih-jauh-dari-hiv-aids.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/9184598322051136465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/9184598322051136465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/11/melangkah-lebih-jauh-dari-hiv-aids.html' title='Melangkah Lebih Jauh dari HIV / AIDS'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SwO1VU3RZhI/AAAAAAAAACI/3biCkSlm3ZU/s72-c/sentani.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-5026896159457127740</id><published>2009-11-01T18:52:00.000-08:00</published><updated>2009-11-01T18:55:02.779-08:00</updated><title type='text'>Perlu Kesiapan Mental, Fisik dan Skill Agar Relawan Kerja Maksimal</title><content type='html'>&lt;img src="http://iwanfals.co.id/images/news/DSC_0632.JPG" style="padding: 6px;" align="left" /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jadi relawan di daerah bencana, sudah panggilan hati baginya. Itu mengapa, dia sengaja memilih mengabdi menjadi relawan di Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), agar lebih aktual mengabdikan hidup bagi kemanusiaan. Niatnya makin bulat, terutama karena berada di bawah payung lembaga kemanusiaan yang dinilainya profesional ini. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;iwanfals.co.id&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; berkesempatan mewawancarai salah satu koordinator lapangan relawan Bulan Sabit Merah Indonesia, Syekh Abdul Qadir, S.Sos. Satu lagi figur lain keterpanggilan anak muda di lembaga kemanusiaan, yang lebih dulu dikenal dengan konsep rumah sakit lapangan-nya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 3px;" src="http://iwanfals.co.id/images/news/Syekh%20Abdl%20Qadir.jpg" align="right" border="0" /&gt;Pada 2008, lelaki yang masih pengantin baru ini memutuskan bergabung dengan BSMI. Kemarin, ketika gempa 7,6 SR mengguncang Bumi Andalas pada (30/9), keesokan harinya, dia sudah bergabung bersama sembilan orang rekannya dari BSMI, setelah tengah malam sebelumnya pamit untuk “direlakan” pergi oleh istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh berangkat bersama rombongan BSMI yang terdiri dari tim dokter, paramedis, bidan, perawat, serta dirinya di bagian umum, yang akan berkonsentrasi mendistribusikan logistik untuk para korban gempa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berturut-turut sesudahnya menginjakkan kaki di Bumi Andalas, selang satu dua hari, puluhan relawan BSMI lain dari seluruh Indonesia juga hadir. Hingga keseluruhan jumlah mereka mencapai 100 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambutan yang diberikan oleh Kota Padang dan sekitarnya, hingga hari ketiga kedatangan timnya, semua gelap gulita di malam hari. Mengingat supply listrik yang tidak ada, karena infrastruktur PLN rusak berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sempat melakukan bantuan di Padang, lewat hari ketiga sengaja BSMI ditempatkan di daerah yang paling ekstrim kerusakannya. Ini menurut informasi cabang BSMI di Padang, karena beberapa wilayah di Pariaman tak terjangkau bantuan. Daerah-daerah di Pariaman tersebut adalah, Simpang Ampe’ Sungai Saria’ Tujuh Koto, Tandike Gunung Tigo, Pariaman Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sebelumnya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Pemerintah Daerah di Pariaman, tim segera bekerja, melakukan evakuasi terhadap para korban longsor, mengangkat jenazah dari reruntuhan bangunan, mencari korban akibat tanah longsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim juga melakukan &lt;i&gt;dropping &lt;/i&gt;logistik ke para korban, melakukan pengobatan terhadap korban lewat Rumah Sakit Lapangan dan mobil bantuan perawatan darurat yang difungsikan “menjemput bola” atau mencari para korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para korban yang ditemukan lantas diberikan perawatan atau dipindahkan ke rumah sakit terdekat, jika kondisinya parah meski ada juga yang diobati di RS Lapangan BSMI yang biasa menggelar operasi di tenda-tenda.&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img style="margin: 3px;" src="http://iwanfals.co.id/images/news/tim%20dokter%20sedang%20mengoperasi%20korban%20patah%20tulang.jpg" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Fisik dan Mental &lt;i&gt;Digenjot&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yang berkesan selama bertugas dua minggu di lokasi bencana, 24 jam sehari paling banyak para relawan hanya istirahat selama empat jam, sudah itu seperti hari yang sudah dilalui, kembali mereka turun ke lapangan menyalurkan bantuan atau melakukan pengobatan dan evakuasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya lewat tengah malam mereka baru selesai beraktivitas, yang biasa diakhiri dengan rapat malam dan mempersiapkan kegiatan bantuan untuk keesokan harinya. “Luar biasa memang lelahnya, namun puas juga bisa menolong,” tambah pehobi &lt;i&gt;browsing &lt;/i&gt;yang jebolan Fisip UI ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang, terlihat juga para relawan hidup dengan cara yang minimalis. Tidur beralas seadanya di bawah tenda, ini mengherankannya, kendati dalam suasana yang serba minimal, jarang ada relawan yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai komandan di bidang &lt;i&gt;supply &lt;/i&gt;logistik terhadap para korban, biasanya dia tidak lantas memberikan apa yang diminta oleh para korban dan pengungsi yang biasanya tersebar di beberapa tenda pengungsi atau korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangkaian proses cek dan ricek akan dilakukannya, untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan, bantuan jatuh ke tangan yang tak semestinya.&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img style="margin: 3px;" src="http://iwanfals.co.id/images/news/mengusung%20seorang%20korban.jpg" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;Terkadang dia mengantar dan cek sendiri permohonan bantuan dari masyarakat, sampai ke masing-masing dusun. Adapula yang diserahkannya ke tim penolong yang berlokasi di tempat itu, atau ke pimpinan dusun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerap juga diakui, rasa lelah melanda, bercampur dengan kejenuhan karena bekerja nyaris di luar takaran normal. Namun, memang untungnya pihak BSMI melakukan &lt;i&gt;rolling &lt;/i&gt;lokasi setiap seminggu terhadap relawannya, semantara tugas relawan akan selesai setelah bekerja selama dua minggu. “Itu salah satu cara agar lelah dan jenuh tak sampai mengganggu kerja-kerja mulia tim relawan,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dua Minggu Penuh Kenangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dia mengaku prihatin dan terkenang, melihat para pengungsi ketika bertugas. Suatu kali dia melihat banyak anak anak kecil yang belum memperoleh bantuan. Mereka mesti hidup tanpa tenda, terlebih trauma masih menjangkiti hingga mereka takut masuk ke bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera timnya membagikan tenda yang persediannya pun sangat terbatas. Malamnya benar saja, hujan lebat menyiram tempat para pengungsi tersebut. Ada rasa puas dan senang karena tenda sudah terdistribusi. ”Saya terkenang melihat mereka, kasihan sekaligus puas karena sudah menolong dengan apa yang mereka butuhkan,” urainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan yang lainnya, ketika tim berhasil menyelamatkan seorang nenek yang sudah berusia 124 tahun dari balik reruntuhan sebuah rumah, nenek tersebut selamat dan diberi pengobatan serta di-gips kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain, terutama dari para rekan tim evakuasi. Sebelum berangkat biasanya tim mempersiapkan beberapa kantung jenazah. Biasanya kantung-kantung jenazah yang dibawa selalu pas dengan jumlah jenazah yang ditemukan. “Saya juga heran sekaligus takjub bisa begitu. Rasanya kantung jumlahnya selalu pas dengan jumlah jenazah yang ditemukan,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinyatakannya, gempa padang juga sudah menjadi bencana dunia. Itu mengapa di Pariaman dia sempat bertemu dengan para relawan dari negara lain yang datang demi kemanusiaan, dia mengajak masyarakat untuk berpikir positif, di tengah beragam isu tentang relawan asing di Padang. Terlebih sepanjang pengetahuannya para relawan asing tersebut cukup memiliki tatakrama dan memang kedatangannya sangat membantu dan ingin menolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Relawan Mesti Punya Kemampuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Diakuinya, dari pengamatan di lapangan ada juga relawan yang seperti tak paham akan tugasnya setelah tiba di daerah bencana, bahkan cenderung “kaget” ketika tiba di lokasi bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Syekh hal tersebut kemungkinan disebabkan kurangnya persiapan, keahlian, persyaratan relawan di organisasinya, kurang kreativitas dan &lt;i&gt;sense of crisis&lt;/i&gt;-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu juga bisa saja terjadi, kepada mereka yang terutama baru pertama kali bertugas atau mungkin juga dikarenakan jiwa individualis relawannya yang masih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini sebelum melakukan tugas BSMI melakukan seleksi terhadap para relawannya, yang biasanya terkait keahlian calon relawan dengan kebutuhan di lapangan, komitmen serta pengalaman. “Kami memang tidak sembarangan mengirim relawan,” urai pemuda kelahiran Jakarta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga menepis bahwa lambannya bantuan di Padang karena rusaknya infrastruktur jalan. Sebab baginya garis birokrasi semenjak dari pemerintah daerah hingga ke tingkat dusun yang panjang, membuat &lt;i&gt;dropping &lt;/i&gt;bantuan seolah lamban. “Jadi masalahnya hanya itu, masalah birokrasi,” urai pemuda yang punya prinsip bahwa hidup mesti berguna bagi orang lain ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambannya bantuan juga disebabkan para aparat birokrasi yang berwenang mengotorisasi bantuan, justru sibuk mengungsi karena gempa juga mengenai para keluarga mereka. “Jadi penyebabnya bukan jalan yang rusak,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, dia juga berpesan. Secara psikologis termasuk kesehatan tubuh, mutlak diperlukan bagi seorang relawan. “Jangan sampai menyusahkan tim maupun orang lain,” tambahnya sembari menyatakan, ada juga relawan yang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;iwanfals.co.id&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; sempat menanyakan kebenaran kabar adanya tim relawan yang justru kelaparan. Menurutnya, hal tersebut mungkin saja terjadi. Tetapi dia mengaku tak menemui hal tersebut, terlebih distribusi logistik bagi relawan BSMI diakuinya selalu lancar dan memang betul-betul dipikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sempat juga menepis kabar lambannya bantuan relawan di Sumbar, karena banyak relawan yang justru tertarik membantu korban di Kota Padang, karena banyak ditemukan harta benda di sisa reruntuhan. Hal tersebut menurutnya hanya sebatas isu, justru dia melihat hal sebaliknya, relawan sudah bekerja semaksimal mungkin demi kemanusiaan. &lt;i&gt;Selamat bekerja para relawan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;(Andri Oktavia, lihat: www.iwanfals.co.id)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-5026896159457127740?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/5026896159457127740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/11/perlu-kesiapan-mental-fisik-dan-skill.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/5026896159457127740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/5026896159457127740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/11/perlu-kesiapan-mental-fisik-dan-skill.html' title='Perlu Kesiapan Mental, Fisik dan Skill Agar Relawan Kerja Maksimal'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-9136127636900151128</id><published>2009-09-29T17:55:00.000-07:00</published><updated>2009-09-29T17:57:36.765-07:00</updated><title type='text'>Tegar dlm Aksi Kemanusiaan</title><content type='html'>Telah terjadi Gempa Jawa Barat pada bulan Ramadhan di tahun 2009 ini, banyak saudara-saudara kita yang merayakan hari raya di tenda-tenda pengungsi. sekiranya ini menjadi pembelajaran rasa sykur kita kepada Allah SWT untuk selalu peduli terhadap sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relawan-relawan BSMI yang tersebar diseluruh Indonesia juga berada di daerah-daerah titik-titik pusat kerusakan dan korban. Relawan BSMI cabang Kota dan Kabuipaten Tasikmalaya, Kab Garut, Kab Ciamis, Kab Bogor, Kota dan Kabupaten Bandung, bahkan relawan-relawan dari Surabaya, Tegal serta Jakarta ikut turun ke lokasi. dukungan BSMI cabang di kota-kota lain dengan penggalangan dana ikut mensukseskan aksi kemanusiaan untuk membantu saudara-saudara kita di Jawa Barat. tercatat 10,000 pengungsi merasakan pelayanan kesehatan BSMI, pelayanan Mobil Dapur Umum BSMI (sahur dan buka puasa), trauma healing serta bantuan logistik, MCK/sanitasi yang semuanya adalah amanah masyarakat yang telah disampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan SDM sebagai operator di lapangan oleh Relawan-relawan BSMI merupakan sebuah kelengkapan yang membantu meringankan penderitaan sesama dibawah Bulan Sabit Merah Indonesia. Semua relawan yang terjun sudah mengetahui bahwa lambang Bulan SAbit Merah akan dilarang oleh sebuah RUU Lambang Palang Merah, namun itu tidak menjadi pengendor semangat semua komponen BSMI. Perjuangan dalam aksi kemanusiaan tetap seimbang antara level grass root serta perjuangan tingkat legalitas. dengan Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat (Community Empowerment) BSMI menerapkan metode tersebut. Penanganan bencana, Kegawatdaruratan, Pelayanan Kesehatan serta program lain yang menjadi core BSMI yaitu bidang Kesehatan secara langsung atau tidak menggunakan konsep pemberdayaan. dan satu lagi gerakan Bulan Sabit Merah Indonesia adalah interpretasi masyarakat di dalam aksi kemanusiaan dengan idealisme lambang Bulan Sabit Merah sebagai lambang pengenal kemanusiaan di dunia Islam dan lambang universal di dunia internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya masyarakat yang berpartisipasi menyalurkan bantuan kepada tiap korban bencana melalui BSMI merupkakan perwujudan kepercayaan masyarakat kepada BSMI sebagai lembaga yang terdepan dalam aksi kebencanaan dan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri ini, kiranya pintu-pintu hati terketuk bahwa Bulan Sabit Merah Indonesia adalah lambang pengenal yang sudah diakui secara de facto dan upaya penghapusan lambang ini dgn RUU Lambang Palang Merah merupakan upaya yang tidak sewajarnya ada, karena tindakan kemanusiaan apapun dan kebaikan bagi umat, bangsa dan negara tidak dapat dihalangi dengan bendera apapun didalamnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-9136127636900151128?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/9136127636900151128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/09/tegar-dlm-aksi-kemanusiaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/9136127636900151128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/9136127636900151128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/09/tegar-dlm-aksi-kemanusiaan.html' title='Tegar dlm Aksi Kemanusiaan'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-2275778326360505135</id><published>2009-07-14T07:01:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T07:21:57.893-07:00</updated><title type='text'>BSMI DIZALIMI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SlyTgdRfSOI/AAAAAAAAACA/59EypzgChP8/s1600-h/dpr.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SlyTgdRfSOI/AAAAAAAAACA/59EypzgChP8/s320/dpr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358319842487126242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BSMI dizalimi den&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;gan adanya RUU Lambang Palang Merah, karena :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. RUU ini diskriminatif karena tidak mengakomodir lambang Bulan Sabit Merah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. RUU tersebut mengharamkan lambang Bulan Sabit Merah yang menjadi spirit&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;relawan BSMI dalam aksi kemanusiaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. RUU ini berniat membredel/menghapus lambang Bulan Sabit Merah di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Indonesia yang kita cintai ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. RUU itu kental dengan nuansa campur tangan pihak asing (ICRC/IFRC)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. RUU tersebut bertabrakan dengan semangat demokrasi, Kebebasan dan  Kebhinekaan Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Ada pasal yang hendak mendenda hingga memenjarakan relawan kemanusiaan yang hendak menggunakan lambang Bulan Sabit Merah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. RUU ini sebagai bentuk monopoli tanda pengenal kemanusiaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. RUU itu sebagai bentuk Otoritarianisme yang menyentuh ranah kemanusiaan dan persamaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. RUU tersebut melabrak Hak Azasi  Manusia dalam kebebasan berekspresi dalam kemanusiaan dan misi sosial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-2275778326360505135?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/2275778326360505135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/07/bsmi-dizalimi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/2275778326360505135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/2275778326360505135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/07/bsmi-dizalimi.html' title='BSMI DIZALIMI'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SlyTgdRfSOI/AAAAAAAAACA/59EypzgChP8/s72-c/dpr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-6789662859867426381</id><published>2009-07-11T19:26:00.002-07:00</published><updated>2009-07-11T19:37:18.395-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Salib, Salib Merah, Bulan Sabit Merah lalu kenapa jadi Palang Merah? (Part:2-habis)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SllLexem6hI/AAAAAAAAABw/leGFHVmSbPI/s1600-h/templar2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 224px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SllLexem6hI/AAAAAAAAABw/leGFHVmSbPI/s320/templar2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357396223783791122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SALIB MERAH SEBAGAI SIMBOLITAS TEMPLAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambang salib merah dengan panjang silang yang sama yang sekarang dipakai lambang Gerakan di dunia internasional dan juga di Indonesia adalah lambang salibnya Ksatria Templar (Knights of Templar), yang menurut salah satu buku paling kontroversial pada abad 20 Holy Blood Holy Grail disebutkan, bahwa para Templar merupakan lambang dan perwujudan yang sempurna dari nilai-nilai agama Kristen.[7] Selain itu para Templar juga didefinisikan sebagai sosok pejuang yang memegang peranan terpenting dalam Perang Salib, dan lebih dari itu mereka dikenal sabagai Ksatria Kristus.[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari kontroversi di kalangan internal teolog Kristen atas misteri yang menyelimuti Ksatria itu, patut diingat bahwa pada tahun 1146 M, kelompok Templar memakai gambar salib merah yang terkenal, yaitu salib dengan panjang silang yang sama (salib pattee). Dengan salib pattee yang digambarkan pada pakaian mereka, para ksatria ini menemani Raja Louis VII dari Prancis pada saat Perang Salib. Pada saat inilah mereka menetapkan karir mereka untuk semangat berperang dengan sifat membabi buta yang menggila, serta kesombongan yang membahayakan.[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini publik telah menganggap bahwa bulan sabit (al-Hilaal) sebagai simbol Islam. Ia kerapkali dipertentangkan dengan lambang salib dalam Perang Salib (The Crusades). Bagi kaum Muslimin menghancurkan salib merupakan aksi simbolis untuk menunjukkan kekalahan Kristen dan kemenangan Islam. Saladin dipuji oleh Ibnu Jubayr dalam ode kemenangan dalam karyanya karena telah menghancurkan salib mereka dengan kekuatan militernya di Hittin. Ibn Abi Thayyi menceritakan tentang salib yang direbut di Hittin, “Saladin membawa pulang sebuah salib sebagai rampasan perang, yang berupa sepotong kayu berlapis emas dan dihiasi dengan batu-batu berharga, yang menurut mereka telah menjadi tempat penyaliban mereka. Salib berlapis emas yang ada di Kubah Batu tidak diturunkan dengan perlahan.” Ibnu Saddad menjelaskan bahwa salib itu dilemparkan ke tanah meski ukurannya sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merebut Yerusalem, Saladin mengirim lambang-lambang kemenangan besarnya kepada khalifah di Baghdad. Lambang kemenangannya yang paling berharga adalah salib yang dipasang di puncak Kubah Batu di Yerusalem, “Salib yang terbuat dari tembaga dan dilapisi dengan emas itu dikubur di bawah gerbang Nubain (di Baghdad) dan selanjutnya diinjak-injak.”[1] (Carole Hillenbrand, 2005, terj.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, dalam bukunya yang mendapatkan penghargaan King Faesal itu, Hillenbrand memberikan catatan dari hasil penelitiannya yang cukup mengejutkan, bahwa di dalam retorika kaum Muslim ini, yang dijadikan pesaing salib Kristen adalah Alqur’an atau menara. Bukan bulan sabit, seperti yang terjadi kemudian. Meskipun pada awal abad kesebelas, ketika katedral Armenia Ani di timur Anatolia diubah menjadi sebuah masjid, salib di puncak kubahnya diturunkan dan diganti dengan bulan sabit perak.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudut pandang historis di atas, sepertinya mengilhami Buku The Complete Dictionary of Symbols untuk menyebut bulan sabit sebagai a symbol of Islamic expansion[3] (Jack Tresidder, 2005). Tampaknya Buku itu merujuk kepada fakta sejarah dimana Islamic Empire Turki Ustmani melakukan perluasan wilayahnya ke Eropa dengan membawa bendera berlambangkan bulan sabit merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati pun demikian, The Complete Dictionary of Symbols menyebutkan bahwa bulan sabit bukanlah monopoli simbol Islam. Pada tahun 341 SM, di Byzantium mata uang koin dicetak dengan lambang bulan sabit dan bintang.[4] Selain itu, dalam budaya Hindu dan Celtic, bulan sabit sebagai lambang yang akan mengubah kepada keabadian. Di Mesir, bulan sabit dan cakram melambangkan kesatuan ketuhanan (divine unity). Sementara dalam dewi-dewi Yunani dan Romawi, mengenakan lambang bulan sabit pada rambut mereka sebagai simbol keperawanan dan kelahiran. Demikian pula pada Maria Sang Perawan yang menggunakan lambang bulan sabit sebagai simbol kesucian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski penelusuran akar historis The Complete Dictionary of Symbols di atas menunjukkan bahwa lambang bulan sabit itu bukan monopoli Islam, tetap saja statemen awal penjelasannya adalah, “Crescent, the emblem of Islam, signifying divine authority, increase, ressurection and, with a star, paradise. Karena itu, menurut al-Mausu’ah al-’Arabiyyah al-’Alamiyyah, pada era sekarang ini, bulan sabit telah menjelma menjadi syi’aar (simbol) umat Islam. Lantas al-Mausu’ah menjelaskan landasan syar’i (aspek dalil) bulan sabit (al-hilaal) sebagai simbol Islam, yaitu dengan merujuk kepada akar kata al-Ahillah, yakni bentuk plural daril al-hilaal dalam Surat Al-Baqarah ayat 189. Dengan bulan sabit itu, sambung al-Mausu’ah, waktu-waktu haji, puasa, membayar zakat dan kafarat dan bentuk ibadah lainnya dapat ditentukan. Dan inilah kenapa ayat itu menyebut kata al-Ahillah.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Carole Hillenbrand, The Crusade; Islamic Perspective, terj. Heryadi, (Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2005), cet. Ke-1, h. 381-382&lt;br /&gt;[2]  Ibid, h. 385&lt;br /&gt;[3] Jack Tresidder (General Editor), The Complete Dictionary of Syimbols, (San Francisco: Chronicle Books LLC, 2005), p. 127&lt;br /&gt;[4] Ibid.&lt;br /&gt;[5]al-Mausu’ah al-’Arabiyyah al-’Alamiyyah (Ensiklopedi Arab Internasional), (Riyadh: Muassasah A’maal al-mausu’ah, 1999), Jilid 26, cet. Ke-12, h. 113&lt;br /&gt;[6] Jack Tresidder (General Editor), op. cit., p.130&lt;br /&gt;[7]  Henry Lincoln ect, Holy Blood Holy Grail,terj. Isma B. Koesalamwardi, (Jakarta: Ufuk Press, 2006), cet. Ke-1, h. 60&lt;br /&gt;[8]  Ibid., 55, 61&lt;br /&gt;[9]  Ibid., h. 63&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MISTERI KEMUNCULAN KATA 'PALANG' &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia[1](KBBI) kata “ Palang” merupakan batang kayu batang kayu (bambu, besi, dsb) yg dipasang melintang pd jalan, pintu, dsb. Atau kata palang dalam kata kerja seperti memalang, memalangi, dan memalangkan yang bermakna kegiatan yang terkait dengan usaha menghalangi dengan sesuatu untuk menahan atau merintangi. Uniknya kata palang beririsan makna dengan frase kata salib[2], yaitu dua batang kayu yang bersilang; dan tanda silang. Sementara ketika ditransliterasikan kedalam bahasa Inggris, palang senada dengan bahasa inggris yaitu “Cross”. Cross sendiri diartikan sesuai dalam kamus bahasa inggris yang salah satu maknanya adalah salib. Transliterasi kata dalam bahasa Inggris yaitu “ Red Cross” menjadi dipertanyakan menjadi palang Merah, bukan Salib Merah. Lihat saja kata cross oneself artinya membuat tanda salib[3], sedangkan kata Palang bahasa Inggrisnya adalah bolt atau bar[4]. Atau kalau kita mau memaknai kata metal cross saja artinya adalah Salib Merah bukan Palang Logam[5]. Yang menjadi aneh lagi tentang pemaknaan kata Red Cross adalah kalau kita bentuk kata lain seperti master's cross bermakna salib berat[6] bukan palang yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerancuan tata bahasa telah masuk dalam penyerapan kata salib menjadi Palang, khususnya dengan lambang Red Cross। Bentuknya yang berupa salib seimbang atau tanda plus berwarna merah, dimaknai dengan kata palang bukan kata salib। Lihat saja kata Salib dalam KBBI [7] bermakna tanda silang seperti simbol red cross.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah lambang Red Cross sendiri merupakan symbol pasukan Knight of Templar dalam perang Salib (crusade) yang berlangsung dua abad[8]. Pasukan Templar merupakan unit khusus dalam kemiliteran Tentara Kristen yang menggunakan simbol Red Cross seperti saat ini. Pasukan itu terdiri dari sub unit Merpati dan Sub Elang. Bedanya adalah penggunaan warna dasar putih bagi Templar Sub unit elang yang terkenal kejam dan sadis, sedangkan Templar sub unit Merpati dengan warna dasar biru dikenal bersahabat dengan pihak muslim dan banyak menggunakan bahasa arab. Penggunaan kata salib sendiri dalam bahasa arab adalah sholiibun[9] (Cross), sedangkan Red Cross ditransliterasikan menjadi (sholiibul ahmar). Istilah kata Palang sendiri juga selaras dengan kata Sholib (bahasa Arab)[10].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia tidak terlepas dari budaya keTimuran dengan menonjolkan sifat saling menghargai dan berusaha sebisa mungkin menghindari konflik atau kekerasan. Bisa jadi, karena pengaruh keTimuran kita, penggunaan kata Salib menjadi Palang adalah upaya penghalusan bahasa atau bisa jadi sebuah pelencengan makna awal agar masyarakat tidak terlalu peduli dengan pemakaian lambang salib hingga bernama palang. Namun sebuah penelaahan agar kita dapat merumuskan asal muasal kata hingga kita tidak terjebak dalam kerancuan, amatlah penting kita sikapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang lambang adalah simbol keyakinan, namun dengan usaha sosialisasi yang begitu deras maka orang menjadi salah kaprah, sebut saja misalkan ketika menyebut Palang mereka tidak sadar bahwa itu adalah Salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] &lt;a href="http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php"&gt;http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[2] &lt;a href="http://kamus.kapanlagi.com/contain/SALIB"&gt;http://kamus.kapanlagi.com/contain/SALIB&lt;/a&gt; , &lt;a href="http://kamus.ugm.ac.id/english.php"&gt;http://kamus.ugm.ac.id/english.php&lt;/a&gt; , &lt;a href="http://vvv.sederet.com/translate.php"&gt;http://vvv.sederet.com/translate.php&lt;/a&gt; , &lt;a href="http://www.kamusonline.web.id/index.php"&gt;http://www.kamusonline.web.id/index.php&lt;/a&gt; , &lt;a href="http://kamus.orisinil.com/indonesia-english/salib"&gt;http://kamus.orisinil.com/indonesia-english/salib&lt;/a&gt; , &lt;a href="http://kamus.kapanlagi.com/salib"&gt;http://kamus.kapanlagi.com/salib&lt;/a&gt; , &lt;a href="http://kamus.landak.com/cari/salib"&gt;http://kamus.landak.com/cari/salib&lt;/a&gt; , &lt;a href="http://dictionary.web.id/"&gt;http://dictionary.web.id/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[3] &lt;a href="http://kamus.ugm.ac.id/english.php"&gt;http://kamus.ugm.ac.id/english.php&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[4] &lt;a href="http://kamus.kapanlagi.com/salib"&gt;http://kamus.kapanlagi.com/salib&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[5] &lt;a href="http://vvv.sederet.com/translate.php"&gt;http://vvv.sederet.com/translate.php&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[6] &lt;a href="http://kamus.orisinil.com/indonesia-english/salib"&gt;http://kamus.orisinil.com/indonesia-english/salib&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[7] lihat no.1&lt;br /&gt;[8] Carole Hillenbrand, The Crusade; Islamic Perspective, terj. Heryadi, (Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2005), cet. Ke-1,&lt;br /&gt;[9]&lt;a href="http://kamus.javakedaton.com/index.php?message=palang&amp;amp;submit=_CARI&amp;amp;option=com_kamus&amp;amp;task=indonesia_arab&amp;amp;Itemid=29"&gt;http://kamus.javakedaton.com/index.php?message=palang&amp;amp;submit=_CARI&amp;amp;option=com_kamus&amp;amp;task=indonesia_arab&amp;amp;Itemid=29&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[10] &lt;a href="http://quran.javakedaton.com/?q=salib&amp;amp;submit=Submit"&gt;http://quran.javakedaton.com/?q=salib&amp;amp;submit=Submit&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NASEHAT USTADZ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="garis-bawah"&gt;     &lt;h2&gt;Menggunakan Simbol Agama Lain&lt;/h2&gt;                 &lt;span class="tanggal"&gt;Selasa, 21/04/2009 12:22 WIB&lt;/span&gt;      &lt;p&gt;Assalamualaikum&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Hukum mengunakan simbol bintang david atau yang menyerupainya, simbol satanik, simbol salib.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Hukum memproduksinya bagi muslim&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Hukum memasarkannya bagi muslim&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terima kasih ustadz&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;    Dennibtw    &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;      &lt;h3 style="border-bottom: 1px solid rgb(204, 204, 204);"&gt;Jawaban&lt;/h3&gt;     &lt;p&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudara Denni yang dirahmati Allah swt&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hukum Menggunakan Simbol Salib dan Syiar Agama Lainnya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,’Barangsiapa meniru-niru suatu kaum maka dia termasuk dari mereka.” (HR. Abu Daud)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al Munawi dan al Alqomiy mengatakan bahwa makna dari “barangsiapa meniru-niru suatu kaum” adalah orang yang secara lahiriyah mengenakan pakaian dengan pakaian mereka, menggunakan jalan hidup dan arahan mereka didalam berpakaian dan sebagian perbuatan lainnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al Qori berkata bahwa maknanya adalah barangsiapa yang dirinya menyerupai orang-orang kafir didalam berpakaian dan sebagainya atau menyerupai orang-orang fasiq, fajir, ahli tashawwuf, orang-orang shaleh atau orang-orang baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan makna “ia adalah termasuk dari mereka” adalah didalam dosa dan kebaikan, demikian menurut al Qori. Sedangkan menurut al Qomiy bahwa maknanya adalah barangsiapa yang meniru orang-orang shaleh maka ia akan mulia sebagaimana kemuliaan mereka dan barangsiapa yang meniru orang-orang fasiq maka ia tidaklah dimuliakan dan barangsiapa didalam dirinya terdapat tanda-tanda kemuliaan maka dia mulia walaupun kemuliaan itu belum terealisasi. (Aunul Ma’bud, juz XI hal 56) &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian halnya penggunaan simbol-simbol agama lain, seperti salib dan lain sebagainya adalah dilarang didalam agama karena termasuk didalam meniru-niru suatu kaum, sebagaimana hadits diatas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Didalam sebuah hadits lain yang diriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah saw tidak meninggalkan di rumahnya sesuatu pun yang berbentuk salib kecuali dia akan mematahkannya.” (HR. Abu Daud)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Asy Syaukani mengatakan bahwa makna “tidak meninggalkan di rumahnya sesuatu pun” mencakup didalamnya adalah segala sesuatu yang dikenakan, tertulis, dibentangkan, alat-alat dan lain sebagainya. (Nailul Author, juz II hal 102)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak diperbolehkan baginya mengambil salib baik untuk digantungkan atau tidak digantungkan, dipasang atau tidak dipasang. Tidak diperbolehkan baginya menampakkan syiar itu dijalan-jalan kaum muslimin, tempat-tempat umum atau khusus dan tidak menempelkannya di bajunya, sebagaimana diriwayatkan dari adi bin Hatim berkata,”Aku mendatangi Nabi saw sementara di leherku terdapat salib dari emas. Maka beliau saw bersabda,’Buanglah berhala itu darimu.” (Al Mausu’ah al fiqhiyah juz II hal 4244)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hukum Memproduksi dan Menjualnya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim memproduksi atau membuat sebuah salib (atau yang sejenisnya, pen) dan tidak boleh baginya memerintahkan orang lain membuatnya, maksudnya adalah membuat segala simbol yang menunjukkan bentuk-bentuk salib. (Al Mausu’ah al fiqhiyah juz II hal 4244)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak sah menurut syariat jual beli salib dan tidak juga menyewakannya dan seandainya ia disewa untuk mebuatnya maka tidak dibenarkan bagi pembuatnya mengambil bayarannya karena hal itu menjadi tuntutan dari kaidah syariah yang sudah umum yaitu larangan memperjualbelikan barang-barang yang diharamkan, menyewakannya atau menyewa seseorang untuk membuatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al Qolyuni mengatakan bahwa tidak sah jual beli gambar-gambar (salib) dan salibnya walaupun terbuat dari emas, perak atau perhiasan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak diperbolehkan menjual kayu bagi orang yang mengetahui apabila kayu itu akan digunakan untuk membuat salib. Imam Ibnu Taimiyah pernah ditanya tentang seorang penjahit yang menjahitkan buat orang-orang Nasrani sutera yang diatasnya terdapat salib dari emas maka apakah ia berdosa dalam menjahitnya? Apakah penghasilannya halal? Dia menjawab,”Apabila dia membantu orang itu untuk maksiat terhadap Allah maka ia berdosa.” Kemudian dia melanjutkan,”tidak diperbolehkan membuat salib baik dengan mendapat bayaran atau tidak mendapatkan bayaran, tidak diperbolehkan menjual salib sebagaimana tidak diperbolehkan menjual berhala dan membuatnya.” &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana terdapat didalam hadits shahih dari Nabi saw bersabda, ”Sesungguhnya Allah swt mengharamkan khamr, bangkai, babi dan berhala.” Dan juga terdapat didalam hadits lainnya,”dilaknatnya para pelukis.” (Al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 4248)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;(lihat http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hukum-menggunakan-simbol-agama-lain.htm)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-6789662859867426381?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/6789662859867426381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/07/sejarah-salib-salib-merah-bulan-sabit_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/6789662859867426381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/6789662859867426381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/07/sejarah-salib-salib-merah-bulan-sabit_11.html' title='Sejarah Salib, Salib Merah, Bulan Sabit Merah lalu kenapa jadi Palang Merah? (Part:2-habis)'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SllLexem6hI/AAAAAAAAABw/leGFHVmSbPI/s72-c/templar2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-3660442511847895216</id><published>2009-07-11T17:45:00.000-07:00</published><updated>2009-07-11T19:25:51.262-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Salib, Salib Merah, Bulan Sabit Merah lalu kenapa jadi Palang Merah? (part : 1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/Slk2hhrMECI/AAAAAAAAABo/hUCcfMKv9pI/s1600-h/salib.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 269px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/Slk2hhrMECI/AAAAAAAAABo/hUCcfMKv9pI/s320/salib.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357373181337014306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Kisah tentang Salib Kristus merupakan topik penting di dalam seluruh Alkitab, khususnya Perjanjian Baru. Seluruh tema-tema penting di dalam Alkitab bermuara kepada peristiwa penyaliban Yesus Kristus. Tidak hanya itu saja, peristiwa penyaliban Yesus Kristus membawa makna yang dalam sekali bagi orang percaya, yaitu penderitaan-Nya telah menyelamatkan orang-orang berdosa dari hukuman Allah. Bahkan tidak berlebihan, jika mengatakan bahwa di dalam kekristenan, salib Kristus mendapat tempat yang istimewa. Hal ini telah terbukti di dalam sepanjang sejarah kekristenan. Salib bukan saja dipakai sebagai simbol keyakinan dari mereka yang percaya kepada Kristus, melainkan lebih dari itu [di negara-negara tertentu] ada orang-orang yang berkorban demi Salib Kristus. Mereka lebih memilih untuk mati dari pada menyangkal atau menolak salib Kristus. Akan tetapi umumnya mereka yang mengaku percaya kepada Kristus, tidak mengetahui dengan pasti sejarah tentang salib itu.&lt;br /&gt;    Bagi mereka yang menolak kekristenan, menganggap bahwa salib itu sendiri adalah bagian dari budaya dan tradisi kafir yang diadopsi oleh kekristenan. Salib itu sendiri bukanlah produk dari kekristenan. Hal ini sama dengan perayaan keagamaan utama dari kekristenan yang meng-adopsi budaya dan tradisi kafir.&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:78%;" &gt;(01)&lt;/span&gt; Ini berarti bahwa signifikansi salib sebagai simbol keselamatan dari Allah kepada manusia berdosa, menjadi sesuatu yang tidak bermakna. Sejak tahun 1930-an Saksi Yehovah (Jehovah's Witnesses)&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:78%;" &gt;(02)&lt;/span&gt; telah mengajarkan bahwa Yesus Kristus tidak mati tergantung di atas kayu salib. Mereka percaya bahwa Yesus Kristus mati oleh karena penyiksaan di atas sebuah tiang. Mereka percaya bahwa salib adalah simbol dari kekafiran.&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:78%;" &gt;(03)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Tuduhan semacam ini seharusnya mendorong setiap orang percaya, bukan saja hanya mengimani&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:78%;" &gt;(04)&lt;/span&gt; akan peristiwa penyaliban Yesus Kristus, tetapi juga mengetahui dengan pasti sejarah tentang salib itu. Sehingga mereka dapat memberi pertanggungjawaban, sebagaimana hal itu diminta kepada mereka, baik bagi yang menolak kekristenan, maupun bagi yang ingin mengenal kekristenan lebih dalam. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang sejarah dan simbolitas salib. Tulisan ini terdiri dari beberapa bagian: Pertama, latar belakang penggunaan salib; Kedua, Penggunaan salib di dalam Alkitab; Ketiga, Penggunaan salib di dalam era kekristenan; Keempat, kesimpulan memberi penegasan terhadap makna dan simbol tentang salib itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; LATAR BELAKANG PENGGUNAAN SALIB&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;    Salib adalah salah satu lambang keagamaan yang kuno, namun cukup dikenal luas oleh masyarakat pada waktu itu. Agama-agama kuno yang dianut oleh masyarakat Asia tengah kuno sudah mengenal salib. Salib bukan saja digunakan sebagai cara menghukum para penjahat, namun lebih dari itu, salib telah digunakan sebagai objek penyembahan dari agama-agama kafir pada waktu itu.&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:78%;" &gt;(05)&lt;/span&gt; Di kemudian hari kekristenan menggunakan salib ini sebagai simbol penderitaan dan kematian Yesus Kristus. Simbol ini telah menjadi ciri khas di dalam tradisi kekristenan selama ribuan tahun. Tidak heran jika di kemudian hari ada yang berpendapat bahwa kekristenan mengadopsi budaya dan tradisi kafir di dalam kepercayaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Persia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;    Salib mula-mula digunakan oleh bangsa Persia sebagai cara untuk menyatakan penghukuman. Tidak jelas bagaimana bentuk salib yang dikenal oleh bangsa ini, apakah mirip atau bahkan sama sebagaimana yang digunakan oleh masyarakat Mesir, Fenisia dan Kartago? Ataukah tidak. Namun terdapat catatan mengenai hal ini, khususnya di dalam tulisan Herodutus dan Thucydides.&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:78%;" &gt;(06)&lt;/span&gt; Martin Hengel menuliskan: banyak buku menuliskan tentang penyaliban yang dimulai di antara bangsa Persia. Hal ini benar bahwa kami telah menemukan referensi yang cukup mengenai penyaliban sebagai bentuk penghukuman di antara orang Persia di dalam tulisan Herodutus, dan hal ini telah ditambahkan kemudian sebagai bukti dari Ctesias.&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:78%;" &gt;(07)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Tidak banyak bukti yang mengungkapkan tentang penggunaan salib pada zaman itu. Apakah berkaitan dengan penyembahan kepada dewa-dewa tertentu ataukah hanya terbatas pada penghukuman para penjahat. Namun demikian apa yang dikemukakan oleh Herodutus dan Thucydides, para sejarahwan Yunani dapat menjadi pertimbangan penting bagi orang-orang zaman ini untuk meyakini historisitas salib yang digunakan oleh bangsa Persia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Mesir Kuno, Fenisia dan Kartago&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;    Sejarah Mesir Kuno mencatat bahwa salib telah dikenal juga pada waktu itu. Mula-mula masyarakat Mesir kuno mengenal salib di dalam bentuk Tau &lt;a href="http://gkagloria.or.id/artikel/images/cross.jpg" target="blank"&gt;(Gambar 1)&lt;/a&gt; dan kemudian digabungkan dengan lingkaran di atasnya yang melambangkan adanya suatu kehidupan &lt;a href="http://gkagloria.or.id/artikel/images/cross.jpg" target="blank"&gt;(Gambar 2).&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;    Salib di Mesir dikenal dengan nama ”Crux Ansata” atau biasa disebut ”Key of the Nile.” Menurut penelitian, pada masa itu ada bermacam-macam salib yang tersebar dan diterima oleh masyarakat Mesir kuno. Di dalam penelitian itu, ada dugaan bahwa salib Mesir Kuno menunjuk kepada simbol seksual. Hal ini berkaitan dengan ritual penyembahan terhadap Dewa Matahari.&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:78%;" &gt;(08)&lt;/span&gt; Salib yang merupakan simbol seksual ini kemudian oleh masyarakat Mesir kuno dihubungkan dengan simbol “Kehidupan” dan “Pemberi Hidup” yang menunjuk kepada Dewa Matahari.&lt;br /&gt;    Sir J. Gardner Wilkinson dalam salah satu karyanya ”Manners and Customs of the Ancient Egyptians” menuliskan bahwa pada pemerintahan ini dikenal dengan Amenophis IV dan istrinya, keduanya telah menerima salib (Crux Ansata) dari Dewa Matahari, kemudian mereka menggabungkan matahari dengan salib (Crux Ansata) menjadi suatu simbol aneh yang disembah pada waktu itu. Jadi pada masa sebelum kekristenan eksis, salib bagi masyarakat Mesir kuno dihubungkan dengan simbol “Kehidupan” dan “Pemberi hidup” yang menunjuk kepada penyembahan Dewa Matahari.&lt;br /&gt;    Hal yang sama juga berlaku bagi suku bangsa Fenisia dan Kartago. Jauh sebelum kekristenan eksis, masyarakat yang ada di kedua wilayah ini juga telah mengenal salib. Salib di dalam kedua wilayah ini memiliki kesamaan dengan salib yang dikenal oleh masyarakat Mesir kuno. Namun di dalam memahami arti simbol kedua masyarakat ini memiliki perbedaan. Jika di Mesir, masyarakat pada waktu itu mengenal salib dengan simbol lingkaran di atasnya artinya ”simbol kehidupan” atau ”Pemberi hidup”, sedangkan bagi masyarakat Fenisia dan Kartago, salib dengan simbol lingkaran di bawahnya menunjuk kepada ”kebaikan” di dalam arti ”kebaikan mula-mula.” Di kemudian hari, salib dengan lingkaran di bawahnya menunjuk kepada sebuah hati.&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:78%;" &gt;(09)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Yunani&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;    Penghukuman para penjahat dengan cara disalibkan juga telah dikenal oleh masyarakat Yunani. Salib bukanlah produk murni dari masyarakat Yunani. Ada dugaan bahwa penggunaan salib oleh masyarakat Yunani telah mengadopsi cara penghukuman dari suku bangsa Persia, Mesir, Fenisia atau Kartago yang lebih dahulu menggunakan cara ini untuk menghukum para penjahat. DG. Burke menuliskan: Kemudian penghukuman salib diadopsi oleh bangsa Yunani, khususnya Alexander Agung. Bagi masyarakat Yunani, penghukuman ini hanya dilakukan untuk para budak, dan bukan kepada masyarakat Yunani (freeborn) yang merupakan penduduk kota. Hal yang sama berlaku bagi masyarakat Romawi.&lt;br /&gt;    Masyarakat Yunani mengenal salib ini dengan nama Equal-arms &lt;a href="http://gkagloria.or.id/artikel/images/cross.jpg" target="blank"&gt;(Gambar 3)&lt;/a&gt;. Bentuk salib berbeda dari salib yang digunakan oleh masyarakat Persia, atau Mesir. Salib yang dikenal oleh masyarakat Yunani ini memiliki empat sisi yang sama (equal arms). Keempat sisi yang sama dianggap sebagai 4 elemen dasar, yaitu bumi, udara, air dan api. Melalui simbol ini masyarakat Yunani meyakini bahwa segala sesuatu telah diciptakan. Keempat elemen itu disusun permanen, dan mereka percaya bahwa semua hal dapat berubah, tetapi semuanya itu tidak dapat dihilangkan.&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:78%;" &gt;(10)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Romawi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;    Bukti-bukti tentang adanya penyaliban (penggunaan salib sebagai hukuman bagi masyarakat Roma) ditemukan di dalam tulisan-tulisan Cicero dan Quantilian. Cicero menyatakan di dalam tulisannya (Pro Rabiro 5): ”Biarlah setiap nama yang ada di atas salib dijauhkan tidak hanya dari tubuh penduduk Romawi, tetapi bahkan dari pikirannya.” Quantilian juga di dalam karyanya (Declamationes minores 274): menemukan penyaliban sebagai alat untuk menghindar yang efektif bagi penjahat dan pendurhaka dan juga merupakan sumber kepuasan untuk korban dari suatu perbuatan jahat yang dilakukan seseorang.”&lt;br /&gt;    Mirip dengan kebiasaan bangsa-bangsa di sekitarnya, penyaliban di dalam masyarakat Romawi berkaitan dengan proses penyembahan kepada dewa-dewa. Hengel mengutip Dionysius of Helicarnassus dalam karyanya Antiquitates Romane 2.10.3, menuliskan bahwa, ”Aslinya, ini merupakan cara untuk mempersembahkan para kriminal kepada dewa-dewa yang dari neraka. Sesuai dengan hukum Roma yang lama (old Roman law): ”Romulus” penghianat itu mati sebagai ”persembahan untuk Zeus dari neraka.” &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:78%;" &gt;(11)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Masyarakat Roma mengenal salib tidak hanya dalam proses penyembahan kepada para dewa, tetapi juga sebagai salah satu cara penghukuman yang paling keji. Pada masa pemerintahan Roma, penghukuman salib hanya ditujukan kepada para penjahat dan golongan budak yang merupakan masyarakat golongan bawah (lowest-class).&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:78%;" &gt;(12)&lt;/span&gt; Hal ini tidak diberlakukan kepada masyarakat golongan atas, yaitu penduduk kota Roma yang memiliki status sebagai orang bebas (freeborn).&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:78%;" &gt;(13)&lt;/span&gt; Di wilayah kekuasaan Romawi, hukuman salib menjadi sangat populer. Sejarah kekristenan mencatat, bahwa Yesus Kristus mati di atas kayu salib di dalam pemerintahan Pontius Pilatus, perwakilan kekaisaran Romawi yang ada di daerah Yudea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Salib yang digunakan di  wilayah lainnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;    Salib tidak hanya dikenal pada daerah-daerah sebagaimana yang di-sebutkan di atas, tetapi juga ada di beberapa wilayah yang lain, seperti China dan India. Meskipun tidak ada data secara lengkap tentang salib yang digunakan dan bagaimanakah bentuknya yang sebenarnya, namun ada sejumlah data yang menunjuk kepada salib yang digunakan pada sejumlah wilayah tersebut.&lt;br /&gt;    Di China, terdapat simbol kuno tentang salib yang diekspresikan di dalam ideogram dari kata-kata dunia yang menunjuk kepada salib dalam persegi empat. D' Alviella menutip Samuel Beal menuliskan: There is found in China even the dictum God fashioned the earth in the form of a cross.&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:78%;" &gt;(14)&lt;/span&gt; Di India, juga terdapat simbol salib. Diyakini oleh masyarakat India, bahwa Khrisna pernah menceritakan tentang dewa-manusia yang disalibkan. Kisah ini dikenal secara umum melalui lukisan di dalam ikonografi keagamaan di India.&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:78%;" &gt;(15)&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;PENGGUNAAN SALIB DI DALAM ERA KEKRISTENAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Permulaan Kekristenan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;    Sampai pada awal kekristenan berkembang, salib tetap menjadi simbol dari suatu penghukuman dan penghakiman bagi para penjahat. Namun ketika kekristenan menjadi agama negara (yang ditandai dengan pertobatan kaisar Konstantinopel, sekitar 312 M), maka salib berubah menjadi 'tanda ajaib' yang memberikan kemenangan.&lt;br /&gt;    Hal itu dimulai ketika prajurit Roma yang berada di bawah perintah jendral Konstantinus berhadapan dengan Maxentius dan pasukannya yang juga mengincar tahkta kerajaan romawi. Pada saat Konstantinus menatap ke langit dan melihat cahaya berbentuk salib. Pada penglihat itu, ia melihat suatu tulisan ”Bersama ini taklukkanlah.” Para prajurit di bawah perintah Konstantinus percaya bahwa inilah tanda yang diberikan oleh dewa yang dipuja (maksudnya dewa matahari pujaan ayahnya) pada malam pertempuran.&lt;br /&gt;    Pada suatu hari Yesus Kristus menampakkan diri kepada Konstan-tinus di dalam mimpinya dengan tanda salib yang sama, sebagaimana yang pernah dilihatnya bercahaya di langit. Maka Konstantinus percaya bahwa ini adalah tanda yang memang diberikan kepadanya oleh sang dewa. Oleh sebab itu, ia memerintahkan kepada prajuritnya untuk membubuhi tanda ini pada perisai dan baju perangnya. Sebagaimana tanda ini diyakini olehnya sebagai tanda kemenangan, maka dengan keyakinan itu ia berperang dan menang.&lt;br /&gt;    Sejak pertobatannya pada tahun 312-313 M, Konstantinus yang telah menguasai Romawi memberikan kemudahan-kemudahan bagi gereja, di mana sebelumnya gereja di tindas dan banyak orang-orang Kristen di bunuh serta diberhentikan dari segala jabatan di dalam pemerintahan. Hal ini dilakukan sebagai tanda terima kasih, karena melalui tanda salib yang merupakan simbol dari gereja, ia telah memenangkan pertempuran dengan Maximus. Peristiwa ini ditandai dengan dikeluarkannya ‘Edict of Milan' yang menjamin kebebasan beragama, khususnya agama Kristen di wilayah kekaisaran Romawi. Sejak saat itu, tanda salib menjadi tanda yang penting, bukan saja di dalam gereja, tetapi juga pada pemerintahan Romawi, khususnya masa kaisar Konstantinopel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Pada Abad Pertengahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;    Di dalam abad-abad pertengahan, ketika kekuasaan Romawi semakin luas, maka bersamaan itu pula kekristenan menjadi agama negara yang sangat diagungkan. Di satu sisi, salib menjadi tanda dari kepercayaan gereja, sekaligus menjadi lambang kekuasaan yang dipakai oleh kekaisaran Romawi. Lebih dari pada itu para Paus yang akhirnya menjadi pemimpin atas kerajaan/negara di kemudian hari, telah menggunakan tanda salib sebagai tanda 'paksa' untuk mewujudkan segala keinginannya. Salib telah diperalat untuk memenuhi segala cita-cita para Paus untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya dari serangan musuh dan menguasai wilayah-wilayah lainnya. Melalui khotbah-khotbahnya tentang salib para Paus telah membakar semangat prajurit Romawi untuk maju berperang dengan Islam-Turki. Hal ini dikenal dengan skisma besar antara Kristen-Islam pada abad 11-12 M yang tercatat di dalam sejarah gereja sebagai peristiwa perang salib yang berlangsung hampir selama 200 tahun (1096-1291 M).&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:78%;" &gt;(23)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Kenneth Scott Latourette meringkaskan 3 hal yang menjadi penyebab timbulnya perang salib: (1) Menolong orang-orang Kristen yang berziarah ke kota suci Yerusalem dari gangguan Islam Turki yang memusuhi mereka; (2) motif keagamaan dari Paus untuk melindungi kekaisaran Konstantinopel dari serangan Islam-Turki; (3) karena keinginan Paus untuk memulihkan hubungan dan menyatukan gereja Timur dan Barat di bawah Gereja Roma Katolik. Sebagaimana dijelaskan bahwa Islam-Turki berusaha untuk menghancurkan benteng pertahanan kekristenan di kekaisaran Konstantinopel.&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:78%;" &gt;(24)&lt;/span&gt; Perang Salib I terjadi pada tahun 1096-1099 M. Perang Salib II pada tahun 1147-1149 M. Perang Salib III pada tahun 1189-1192 M. Perang Salib IV terjadi pada 1202-1204 M. Perang Salib Anak-Anak terjadi di tahun 1212 M. Perang Salib V pada tahun 1218-1221 M. Selanjutnya perang Salib VI terjadi pada tahun 1228-1229 M. Perang Salib VII pada tahun 1248-1254 M dan terakhir perang Salib VIII terjadi di tahun 1270 M. Sejarah mencatat bahwa perang salib telah membuktikan 2 hal: pertama, kegagalan para pemimpin gereja pada waktu itu; kedua, tanda salib menjadi ”tanda kekuasaan dan keangkuhan” bagi para pemimpin gereja dan negara pada waktu itu.&lt;br /&gt;    Akibat dari perang salib adalah: (1) Kekalahan yang besar dialami oleh orang-orang Kristen disertai dengan kerugian material yang cukup besar, sedangkan Islam-Turki di anggap sebagai pemenang dari sejumlah perang salib. (2) Pengembangan sikap mental dalam menyelesaikan masalah dan perbedaan keyakinan dengan kekerasan senjata. (3) Berkembangnya fanatisme di antara penganut Islam dan Kristen. (4) Secara tidak langsung berakhirnya perang salib menjadi awal dari jatuhnya kekaisaran Romawi di wilayah Timur.&lt;br /&gt;    Di sisi lain, salib telah menjadi alat penyembahan di dalam gereja. Pada tahun 788 M, ditetapkan sebuah aturan 'penyembahan terhadap salib'. Peristiwa ini dimulai oleh Dowager Irene dari Konstantinopel, yang kemudian prosesi ini menjadi keputusan di dalam konsili gereja yang ditetapkan oleh Paus Hadrian I dari Roma. Sejak saat itu, ritual penyembahan terhadap salib mulai dilakukan. Pada masa itu, Gereja Katolik Roma memandang salib sebagai objek penyembahan dan oleh karena itu peristiwa ini dirayakan oleh gereja. Prosesi penyembahan terhadap salib dilakukan oleh jemaat Gereja Katolik Roma sampai masa sesudah Reformasi.&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:78%;" &gt;(25)&lt;/span&gt; Hal ini tentunya tidak dilakukan secara umum di semua tempat, namun hanya terdapat di beberapa tempat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Sekitar Masa Reformasi &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;    Salah satu agenda dari reformasi adalah meniadakan dan menghapus segala bentuk ritual di dalam gereja, termasuk ritual penyembahan terhadap salib, yang sudah menjadi bagian di dalam ibadah gereja. Para reformator menilai bahwa gereja harus dikembalikan kepada pengajaran Alkitab yang benar. Oleh karena itu penekanan para reformator bukanlah pada bentuk lahiriah dari ritual keagamaan, melainkan pengajaran yang didasarkan kepada kebenaran firman Tuhan.&lt;br /&gt;    Pada masa reformasi istilah salib menjadi sangat penting, karena salib sangat berhubungan dengan ”pemberitaan firman Tuhan” (=khotbah). Para reformator yang berusaha mengembalikan otoritas firman Allah di dalam gereja, melalui pemberitaan firman Tuhan. Para reformator sangat menekankan pengajaran yang benar yang didasarkan kepada Alkitab. Otoritas Alkitab yang sebelumnya pudar oleh popularitas pemimpin gereja (=baca para Paus), kini otoritas itu dikembalikan kepada tempatnya. Pemberitaan Alkitab yang berpusat kepada anugerah keselamatan di dalam Yesus Kristus melalui kematian-Nya di atas kayu salib telah menjadi sentral di dalam ibadah Kristen.&lt;br /&gt;    Pengajaran para tokoh reformasi tentang Yesus Kristus dan salibnya yang mendatangkan keselamatan, menjadi poin penting di dalam khotbah para reformator. Luther adalah salah satu tokoh reformasi yang setia memberitakan tentang Yesus Kristus dan salibnya. Khotbah-khotbah Luther sangat menekankan doktrinal, khususnya berpusat kepada Kristologi dan metode khotbahnya bersifat pengajaran (catechetical). John T. Pless, dalam tulisannya tentang Luther, menuliskan: Setelah tahun 1519, mayoritas khotbah Luther adalah tekstual atau bersifat pengajaran yang menyatakan pengetahuan yang dalam dengan hasrat membawa penghiburan bagi orang berdosa, melalui pemberitaan Kristus yang disalibkan.&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:78%;" &gt;(26)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Berbeda dengan John Calvin, walaupun ia tidak sehebat Luther di dalam menyampaikan khotbatnya tentang Kristus dan salibnya, namun ia adalah seorang 'penafsir' Alkitab yang handal. Pengajaran doktrinal yang dalam tentang Allah, Kristus dan rencana keselamatan atas manusia berdosa. Di bawah pengaruhnya, khotbah menjadi sentral di dalam ibadah gereja Reformed di Geneva. Pengajarannya tidak hanya berpusat pada pengetahuan dan pemahaman intelektual, namun lebih dari itu ia adalah teolog yang dipimpin oleh Roh Kudus.&lt;br /&gt;    Para pengkhotbah lain, seperti John Knox, Richard Baxter, Joseph Hall, Thomas Manton, John Owen, Alexander MacLaren, Charles H. Spurgeon, Jonathan Edwards, George Whitefield, dan lainnya sangat dipengaruhi oleh spirit Martin Luther dan teologia John Calvin. Kendati pun di dalam khotbah dan pengajarannya, mereka tidak menyinggung salib secara eksplisit, namun berita ini tersirat di dalam khotbah dan pengajaran mereka tentang karya Allah yang menyelamatkan manusia berdosa, di dalam prinsip-prinsip teologia Reformed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Masa Sesudah Reformasi Sampai Sekarang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;    Masa reformasi menjadi momentum bagi gereja-gereja Protestan yang tergabung di dalam arus utama reformasi (maksudnya: Lutheran dan Calvinis), untuk tetap memberitakan tentang salib Kristus. Lebih dari itu, pemberitaan salib Kristus menjadi pusat di dalam seluruh penyembahan dan ibadah di dalam gereja. Gereja Katolik Roma sebelum masa reformasi menggunakan media untuk menyembah kepada Allah, di antaranya adalah ritual penyaliban dan salib Kristus.&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:78%;" &gt;(27)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Namun setelah reformasi bergulir, para reformator mengembalikan mengajarkan konsep yang benar mengenai penyembahan kepada Allah. Penyusunan Pengakuan Iman Westminster adalah satu satu cara dari pendukung reformasi gereja dalam mengantisipasi bentuk penyimpangan penyembahan kepada Allah yang sebelumnya telah dipraktikkan oleh Gereja Katolik Roma. Di dalam Pengakuan Iman Westminster (artikel 21.1), dijelaskan: ” ...tetapi cara yang dapat diterima dari penyembahan kepada Allah yang benar dilembagakan oleh diri-Nya sendiri dan dibatasi oleh kehendak yang dinyatakan, bahwa Ia tidak disembah menurut imajinasi dan alat/sarana dari manusia, atau sugesti setan, di bawah suatu representasi yang kelihatan, atau suatu cara yang tidak dituliskan di dalam kitab Suci.” Dengan dasar ini, gereja-gereja yang tergabung dalam gerakan reformasi arus utama, secara khusus Calvinisme telah menentukan sikap. Salib Kristus bukanlah alat/sarana untuk me-nyembah kepada Allah.&lt;br /&gt;    Gereja-gereja Reformasi sangat menekankan pemberitaan tentang salib. Gereja tanpa pemberitaan tentang salib, bukanlah gereja dalam arti yang benar. Sampai sekarang khotbah dan pengajaran tentang salib menjadi isu penting yang tidak pernah pudar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;salib adalah lambang dari agama kafir yang digunakan sebagai cara penghukuman terhadap para penjahat. Salib telah dipakai oleh kekaisaran Romawi untuk menghukum Yesus Kristus, sebagaimana tercatat di dalam Alkitab&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;(silahkan cek dihttp://gkagloria.or.id/artikel/ap05.php)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-3660442511847895216?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://redcrescent.multiply.com/reviews/item/2' length='0'/><link rel='enclosure' type='text/html' href='http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hukum-menggunakan-simbol-agama-lain.htm' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/3660442511847895216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/07/sejarah-salib-salib-merah-bulan-sabit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/3660442511847895216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/3660442511847895216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/07/sejarah-salib-salib-merah-bulan-sabit.html' title='Sejarah Salib, Salib Merah, Bulan Sabit Merah lalu kenapa jadi Palang Merah? (part : 1)'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/Slk2hhrMECI/AAAAAAAAABo/hUCcfMKv9pI/s72-c/salib.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-180340008601495796</id><published>2009-06-24T19:16:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T19:24:58.485-07:00</updated><title type='text'>Menteri Kesehatan RI dukung BSMI</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SkLf4i39LaI/AAAAAAAAABg/7y1MnFQuhNg/s1600-h/mnkes.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351085469796740514" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SkLf4i39LaI/AAAAAAAAABg/7y1MnFQuhNg/s320/mnkes.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Menteri Kesehatan RI Prof Dr.dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) mendukung eksistensi BSMI atas dasar kemanusiaan dan demokrasi di Indonesia. Apalagi BSMI sudah berusia 7 tahun yang sudah memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini beliau sampaikan pada saat menerima kedatangan Pengurus Pusat BSMI di kantornya Departemen Kesehatan RI Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Pada kesempatan itu, BSMI melalui ketua umum dr. Basuki Supartono, SpOT,FICS,MARS melaporkan bantuan yang diamanahkan kepada BSMI dari Depkes RI untuk rakyat Gaza Palestina. Bantuan tersebut berupa obat-obatan dan mobil Ambulans telah disampaikan langsung oleh BSMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya BSMI juga menjelaskan program beasiswa kepada SDM ahli medis di Gaza untuk mengambil spesialisasi kedokteran di Indonesia. Ibu Menkes akan membantu memfasilitasinya dan akan ditingkatkan program tersebut menjadi 'G to G', yakni kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah otoritas Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak aksi kemanusiaan BSMI dan lembaga kemanusiaan lainnya dari Indonesia yang komitmen membantu Gaza dan diliput oleh media-media internasional, Indonesia terangkat citranya dan makin dihormati oleh negara-negara lain di dunia. Hal inilah yang menjadi manfaat atas eksistensi BSMI di bumi pertiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan RUU Lambang Palang Merah yang sedang dibahas di Komisi III DPR RI, Menkes mengharapkan BSMI tetap berkiprah menjalankan misi kemanusiaannya karena Indonesia adalah negara demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan. Terakhir perjumpaan, Menkes sekali lagi mengucapkan selamat hari lahir BSMI yang ke tujuh dan mudah-mudahan beliau turut berpartisipasi pada rangkaian acara milad yang digelar oleh BSMI. (syekh)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-180340008601495796?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://bsmipusat.net/' title='Menteri Kesehatan RI dukung BSMI'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/180340008601495796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/06/menteri-kesehatan-ri-dukung-bsmi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/180340008601495796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/180340008601495796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/06/menteri-kesehatan-ri-dukung-bsmi.html' title='Menteri Kesehatan RI dukung BSMI'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SkLf4i39LaI/AAAAAAAAABg/7y1MnFQuhNg/s72-c/mnkes.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-8114108249581104124</id><published>2009-05-04T07:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T07:28:22.989-07:00</updated><title type='text'>Wakil Presiden RI mendukung BSMI</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/Sf75Kvm0FDI/AAAAAAAAABY/7Gx75jOKf4A/s1600-h/JK.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331972971826517042" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/Sf75Kvm0FDI/AAAAAAAAABY/7Gx75jOKf4A/s320/JK.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wakil Presiden RI Jusuf Kalla sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza Palestina. Diantaranya kepada Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) yang telah membantu warga Gaza pada agresi militer Israel pada Januari silam.&lt;br /&gt;Hal ini Jusuf Kalla sampaikan saat menerima kedatangan Pengurus Pusat BSMI di Istana Wapres Jakarta Selasa (28/4). Kehadiran Pengurus Pusat BSMI termasuk ketua umum dr. Basuki Supartono di Istana Wapres untuk melaporkan kegiatan lembaga kemanusiaan itu selama 7 tahun, tidak terkecuali pengiriman bantuan ke Palestina.&lt;br /&gt;Menurut Wapres, permasalahan Palestina-Israel adalah permasalahan yang paling mendapat perhatian seluruh masyarakat dunia. ”Sejak masih duduk di bangku SMA, saya ikut bergabung dengan para demonstaran mendukung rakyat Palestina yang dijajah oleh Israel. Namun, selama kurang lebih 40 tahun, konflik tersebut masih berlanjut hingga sekarang,” ujar Wapres dihadapan para enam pengurus teras BSMI.&lt;br /&gt;dr. Basuki memohon restu dari Wapres terkait rencana pemberian beasiswa oleh BSMI kepada para ahli medis dari Gaza. Mereka akan melanjutkan studi di Indonesia dalam bidang kedokteran dan manajemen rumah sakit. Hal ini BSMI lakukan karena melihat kondisi manajemen rumah sakit di Gaza yang sangat memprihatinkan setelah diserang oleh militer Israel.&lt;br /&gt;Sementara itu terkait pembahasan RUU Lambang Palang Merah di Komisi III DPR, BSMI mengharapkan Wapres turut memperhatikannya. RUU yang menyebutkan hanya satu lambang saja yang diakui oleh pemerintah akan menghapuskan lambang BSMI di Indonesia. Wapres menjelaskan, bahwa ia mengakui keberadaan BSMI karena sudah menjadi bagian lambang kemanusiaan yang diakui oleh Internasional.&lt;br /&gt;”Saya sudah berbicara dengan pimpinan Palang Merah Indonesia (PMI), bahwa BSMI akan tetap menjadi bagian lambang kemanusiaan di Indonesia selain PMI yang sudah ada. Semoga dengan adanya PMI dan BSMI di Indonesia, pemasalahan-permasalahan kemanusiaan di Indonesia semakin bisa terselesaikan,” tutur Wapres di akhir pertemuan. (dian)&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-8114108249581104124?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://bsmipusat.net//' title='Wakil Presiden RI mendukung BSMI'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/8114108249581104124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/05/wakil-presin-ri-mendukung-bsmi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/8114108249581104124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/8114108249581104124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/05/wakil-presin-ri-mendukung-bsmi.html' title='Wakil Presiden RI mendukung BSMI'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/Sf75Kvm0FDI/AAAAAAAAABY/7Gx75jOKf4A/s72-c/JK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-8541765271085053455</id><published>2009-01-28T17:39:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T17:40:30.086-08:00</updated><title type='text'>Tim Relawan BSMI Tiba di Gaza, Palestina</title><content type='html'>Tim Relawan Bulan sabit Merah Indonesia (BSMI) telah memasuki Gaza, Palestina Selasa malam (27/1). Setalah menempuh 33 kilo meter dari Raffah, relawan BSMI tiba rumah sakit Asy Syifa di Gaza. Meskipun secara umum perjalanan ke Gaza tidak mengalami hambatan berarti, namun penyerangan-penyerangan tetap terjadi di Gaza.&lt;br /&gt;Hal ini disampaikan oleh M. Djazuli Ambari, salah satu relawan BSMI yang turut ke Gaza. “Alhamdulillah kami telah sampai di RS Asy Syifa dengan selamat melewati perjalanan dari Raffah yang kurang lebih perjalanan sekitar setengah jam,” ujar M. Djazuli yang juga sebagai Sekretaris Umum BSMI.&lt;br /&gt;Tim Relawan BSMI ke Palestina yang berkekuatan 18 orang yang terdiri dari beberapa dokter spesialis, ahli evakuasi bencana/konflik dan ahli logistik. Mereka berangkat dari Jakarta melalui bandara Soekarno Hatta Sabtu (24/1)pukul 22.00 WIB dengan menumpang Singapore Airlines. Setalah sempat transit di Bandara Changi Singapura selama 4 jam, tim relawan BSMI meluncur ke Kairo dengan memakan waktu kurang lebih 10 jam.&lt;br /&gt;“Sebenarnya selama perjalanan ke Gaza dengan membawa ambulans serta bantuan peralatan medis, nyaris saja kami menemui wilayah yang sedang terjadi penyerangan oleh pihak-pihak yang bertikai. Perjalanan itu sendiri melewati daerah Khuyonis-Wustho dan kami melalui rute jalur barat. Padahal di rute jalur timur itulah, ada penyerangan yang kami tidak tahu pihak mana saja yang bertikai,” tutur M. Djazuli.&lt;br /&gt;Sementara itu, relawan BSMI yang ke Palestina dipimpin oleh dr. Basuki Supartono, SpOT, FICS, MARS, (dokter ahli bedah tulang). Selain itu dr. Fuady Yatim, SpKJ (dokter ahli kejiwaaan), dr. Prita Kusumaningsih, SpOG, (dokter ahli obgyn) dan dr. Jamaluddin SpM, (dokter ahli mata) juga turut dalam rombongan relawan yang ke Palestina. Menurut M. Djazuli, relawan BSMI akan segera memberikan pertolongan kepada pasien di RS Asy Syifa yang menjadi korban agresi Israel. Selain itu, BSMI juga akan memberikan sebuah ambulans dan peralatan medis dan non medis guna merawat pasien di RS itu. [dian]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber berita:&lt;br /&gt;Pardian Sulaiman S.Sos (Humas BSMI)&lt;br /&gt;Contact: 087821085733/(021)80876527&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-8541765271085053455?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/8541765271085053455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/01/tim-relawan-bsmi-tiba-di-gaza-palestina.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/8541765271085053455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/8541765271085053455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/01/tim-relawan-bsmi-tiba-di-gaza-palestina.html' title='Tim Relawan BSMI Tiba di Gaza, Palestina'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-4603081150910064236</id><published>2009-01-24T01:46:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T01:53:39.575-08:00</updated><title type='text'>BSMI Kembali Kirim Tim Medis ke Gaza</title><content type='html'>(Jakarta) Bulan Sabit Merah Indonesia kembali mengirimkan relawan medis ke Palestina yang berjumlah 27 orang, Sabtu (24/1). Selain menigirimkan bantuan, tim yang beranggotakan beberapa dokter ahli/spesialis tersebut akan mendirikan RS Lapangan/Darurat di Gaza, Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua Umum BSMI dr. Basuki Supartono, SpOT,FICS,MARS, BSMI dalam konferensi persnya di Mabes BSMI Jakarta, timnya akan membawa sejumlah bantuan berupa uang tunai dan peralatan medis yang dibawa dari Indonesia. “Bantuan ini adalah hasil dari partisipasi masyarakat Indonesia yang sangat peduli oleh penderitaan rakyat Palestina. Sementara ini, kami sedang menyiapkan Rp 10 miliar untuk rencana rekonstruksi dan rehabilitasi di jalur Gaza. Kami sangat mengharapkan kerjasama semua pihak agar bantuan tersebut ini bisa tepat sasaran,“ ujar dr. Basuki yang turut serta ke Palestrina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BSMI akan mendirikan RS Lapangan/Darurat di Gaza dalam upayanya membantu warga sipil Palestina yang masih butuh perawatan dan pengobatan. “Sekitar 70 dokter di Gaza sangat kelelahan dalam membantu warga Palestina yang menjadi korban agresi militer Israel. Oleh karena itu, keberadaan relawan medis dari Indonesia akan sangat meringankan pekerjaan disana,” tutur dr. Basuki yang pernah ikut ke Palestina besama tim Depkes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, relawan-relawan dari BSMI sebagian besar merupakan dokter ahli. Diantaranya adalah dokter orthopeady (dokter bedah tulang), dokter ahli kejiwaan, dokter ahli penyakit dalam, dokter obgyn dan dokter spesialis mata. Menurut dr. Basuki, dokter-dokter yang dikirim ke Gaza merupakan dokter yang sangat terlatih dan berpengalaman di daerah bencana atau konflik sehingga pasien-pasien di Gaza mendapat perawatan yang kompherensif. [bsmi]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-4603081150910064236?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://redcrescent.multiply.com' title='BSMI Kembali Kirim Tim Medis ke Gaza'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/4603081150910064236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/01/bsmi-kembali-kirim-tim-medis-ke-gaza.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/4603081150910064236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/4603081150910064236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/01/bsmi-kembali-kirim-tim-medis-ke-gaza.html' title='BSMI Kembali Kirim Tim Medis ke Gaza'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-9114769371522389411</id><published>2009-01-09T02:55:00.000-08:00</published><updated>2009-01-09T02:59:48.748-08:00</updated><title type='text'>Laporan Tim Medis BSMI pada Bencana Gempa Manokwari – Irian barat</title><content type='html'>BSMI tidak melupakan bencana yg terjadi di negeri sendiri, walau fokus isu lebih besar ke Palestina, BSMI berhasil menembus daerah Manokwari dan melakukan aksi kemanusiaannya. BSMI tidak memandang suku, agama dan kelompok untuk memberikan kontribusi lebih kepada masayarakat dari ujung barat Indonesia hingga Papua. Realawan BSMI terdiri dari relawan dokter dan relawan umum BSMI&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;Senin, 5 Januari 2009&lt;br /&gt;·    Tim BSMI berangkat dari bandara Halim Perdana Kusuma pada jam 5.00 WIB&lt;br /&gt;·    BSMI dengan DepKes Pusat disambut dibandara manokwari oleh Pjs. Dinkes Prov. (Bp.Irianto)&lt;br /&gt;·    Bertemu dengan Wakil Gubernur Irian Barat di Kantor Gubernuran / Sakorlat Prov. Untuk koordinasi penempatan Tim kesehatan di daerah bencana.&lt;br /&gt;·    Bersama DepKes Pusat (Bp. Didi &amp;amp; Bp.Idro) mengevaluasi data / laporan dari sakorlak karena ada beberapa data jumlah korban yang harus diklarifikasi, hal ini terkait dengan penempatan tim medis didaerah yang lebih membutuhkan Tim Medis.&lt;br /&gt;·    Menuju penginapan dengan rombongan DepKes di Hotel Maisinam + Istirahat (malam)   &lt;br /&gt;·     Sampai Manokwari pada jam 16.00 WIT&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Selasa, 6 Januari 2009&lt;br /&gt;·    Pagi hari Tim BSMI Koord dengan Dinas Kesehatan untuk penempatan lokasi baksos kesehatan.&lt;br /&gt;·    (Pagi – Sore hari) BSMI baksos di Distrik Masni dengan jumlah pasien 187 px&lt;br /&gt;·    (Maghrib – 23.30 Wit) BSMI baksos di Kampung Makasar dengan pasien 98 px&lt;br /&gt;·     Rata – rata penyakit : Ispa, gastritis, malaria, Analgia, Pusing, trauma&lt;br /&gt;·     Kasus khusus 1 px luka terbuka di bagian kaki kanan akibat tertimpa tembok pagar yang runtuh di jahit 9 jahitan luar dalam.&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Rabu, 7 Januari 2009&lt;br /&gt;·    (Pagi – sore hari) BSMI baksos di daerah Pantura Distrik Amban desa Assay dengan jumlah 71 px&lt;br /&gt;·    (Maghrib – 22.30 Wit) baksos di kampung Bugis 81 px. &lt;br /&gt;·     Rata – rata penyakit : Ispa, gastritis, malaria, Analgia, Pusing, trauma, Imsonia, GEA, Kulit, Flu&lt;br /&gt;·     Kasus khusus 2 px luka terbuka di bagian dengkul kanan akibat terjatuh waktu gempa dan tumor pada kaki kiri (dirujuk ke RSU. manokwari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Kamis, 8 Januari 2009&lt;br /&gt;·    Pagi hari Koord dengan dokter dari UNHAS tentang rencana operasi bedah tulang 3 pasien dari 6 px yang sudah dioperasi di RSU manokwari dan rujukan pasien tumor dipaha ke Makasar.&lt;br /&gt;·    (Siang – sore hari) BSMI baksos di kampung nelayan Borobudur II dengan jumlah 79 px. &lt;br /&gt;·     Rata – rata penyakit : Ispa, gastritis, malaria, Analgia, Pusing, trauma, Imsonia, GEA, Kulit, Flu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;Jum’at, 9 januari 2009&lt;br /&gt;Pulang ke JAKARTA via PESAWAT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-9114769371522389411?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/9114769371522389411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/01/laporan-tim-medis-bsmi-pada-bencana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/9114769371522389411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/9114769371522389411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/01/laporan-tim-medis-bsmi-pada-bencana.html' title='Laporan Tim Medis BSMI pada Bencana Gempa Manokwari – Irian barat'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-3179746084102803463</id><published>2009-01-06T00:09:00.000-08:00</published><updated>2009-01-06T00:10:50.803-08:00</updated><title type='text'>BSMI TERJUNKAN TIM MEDIS DAN EVAKUASI KE MANOKWARI</title><content type='html'>(Jakarta) Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) berencana akan menerjunkan tim medis dan evakuasi tim evakuasi untuk menolong korban bencana gempa bumi berkekuatan 7,6 SR di Manokwari, Papua Barat, Senin (5/3). Tim tersebut akan menumpang pesawat hercules yang disediakan oleh TNI-AU dan akan membawa bantuan medis dan non medis ke daerah bagian timur Indonesia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saat ini, korban bencana gempa bumi di Manokwari Papua Barat telah menelan 4 korban jiwa dan 1000 orang yang sedang mengungsi ke tempat yang lebih aman. Menurut Sekretaris Umum BSMI M. Djazuli Ambari M.Si bahwa para korban sangat membutuhkan bantuan medis dengan cepat karena pada saat bencana gempa bumi yang terjadi di Manokwari terdapat banyak korban selamat yang diperkirakan mengalami fraktur (patah tulang) dan trauma (luka-luka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Penyakit yang diperkirakan akan timbul paska bencana diantaranya adalah Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) seperti batuk dan pilek karena para pengungsi meninggalkan tempat tinggalnya. Selain itu, diare juga bisa menghinggap para korban karena di tempat bencana sulit mendapatkan air bersih. Kemudian gangguan psikosomatik yaitu seperti sakit badan yang diakibatkan oleh gangguan jiwa karena stress paska bencana atau gempa susulan,” jelas M. Djazuli.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-3179746084102803463?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://bsmipusat.net' title='BSMI TERJUNKAN TIM MEDIS DAN EVAKUASI KE MANOKWARI'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/3179746084102803463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/01/bsmi-terjunkan-tim-medis-dan-evakuasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/3179746084102803463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/3179746084102803463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/01/bsmi-terjunkan-tim-medis-dan-evakuasi.html' title='BSMI TERJUNKAN TIM MEDIS DAN EVAKUASI KE MANOKWARI'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-1497511180914199756</id><published>2009-01-05T23:40:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T23:44:03.652-08:00</updated><title type='text'>BSMI Siapkan RS Lapangan di Perbatasan Gaza/Palestina</title><content type='html'>(Amman). Perjalanan tim medis Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) menuju Gaza Palestina mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia. Serangan Israel kepada rakyat Palestina sungguh melukai hati negara-negara di berbagai belahan dunia. Berkat dukungan masyarakat, tim medis BSMI berangkat ke Palestina pada 1 Januari 2009 dengan membawa bantuan obat-obatan dan logistik untuk bedah mayor dan minor serta pelayanan gawat darurat. Sedangkan dana yang dikumpulkan dari bantuan masyarakat Indonesia akan disalurkan langsung melalui BSMI kepada rakyat Palestina yaitu sebesar Rp 350.000.000,-.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;    Dr. Basuki Supartono SpOT, FICS, MARS sebagai ketua tim medis BSMI di Palestin mengungkapkan bahwa Tim Medis BSMI dalam menjalankan tugasnya memiliki dua rencana. Pertama, mengupayakan bantuan-bantuan ke Gaza melalui Amman, Jordan dan mendapat kawalan dengan pejabat setempat agar tim relawan bisa memasuki Gaza dengan aman sehingga penyalurannya tepat sasaran.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   “Alternatif yang kedua, agar mendirikan Rumah Sakit Lapangan di Rafa yang merupakan daerah perbatasan Mesir dengan Gaza. Hal ini dapat berguna karena bisa memberikan batuan obat-obatan dan pelayanan kesehatan bagi korban yang ada di perbatasan. Para korban yang selamat bisa dibawa ke Rafa dan selanjutnya tim medis dari BSMI akan memberikan perawatan dan bantuan” ungkap Dr. Basuki yang telah memiliki pengalaman penanganan korban perang di Libanon dan Irak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saat ini, Tim medis BSMI yang dipimpin oleh Dr. Basuki Supartono (dokter spesialis bedah tulang) dan Dr Agoes Kooshartoro, SpPD (dokter spesialis penyakit dalam) sudah berada di Amman Yordan dan diterima langsung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Jordan Ali Wardhana. Pihak KBRI mengusahakan dua ton logistik baik bantuan medis dan non medis. Selain itu KBRI juga mengusahakan agar para tim medis BSMI memasuki Gaza dengan bantuan Jordan Hashemite Charity milik Raja Jordan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dr. Basuki menambahkan “DR. dr. Siti Fadilah Supari (Menteri Kesehatan RI) berpesan kepada Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes, Rustam Pakkaya, melalui layanan pesan pendek agar para relawan jangan terlalu lama di Jordan dan diupayakan sesegera mungkin menuju ke Kairo, Mesir. Jika memungkinkan perjalanan ke Kairo bisa ditempuh melalui perjalanan darat.” [dian]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-1497511180914199756?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/1497511180914199756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/01/bsmi-siapkan-rs-lapangan-di-perbatasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/1497511180914199756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/1497511180914199756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2009/01/bsmi-siapkan-rs-lapangan-di-perbatasan.html' title='BSMI Siapkan RS Lapangan di Perbatasan Gaza/Palestina'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-7355475193319755779</id><published>2008-12-18T08:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T10:10:06.996-08:00</updated><title type='text'>Semarak Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional</title><content type='html'>Hari Kesetiakawanan S0sial Nasional (HKSN) jatuh pada tanggal 20 Desember. Setia kawan, tepo seliro, tenggang rasa, tolong menolong dan gotong rotong adalah semangat masyarakat kita dalam meneladani persatuan dan kesatuan bangsa. hal ini dimanifestasikan dalam kehidupan sosial, kehidupan bermasyarakat baik pada sat damai maupun bencana. Komponen masyarakat bahu membahu diantara sesamanya, membentuk badan sosial, badan kemanusiaan maupun badan pelayanan-pelayanan yang lain. semuanya bersatu untuk meningkatkan kesejahteraan Indonesia. begitu kiranya pesan Wakil Presiden Bpk. Jusuf Kalla ketika berpidato dalam HKSN di JCC, Hall B dalam kegiatan KSN Expo 2008 dimana Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) ikut berpartisipasi didalamnya. acara tersebut di hadiri pula oleh Menteri Sosial Bpk. Bachtiar Chamsyah dan Wakil Gubernur Bpk. Prijanto&lt;br /&gt;BSMI sebagai sebuah lembaga kemanusiaan, diberikan penghormatan memiliki stand khusus sebagai badan kemanusiaan yang banyak memberi kontribusi kepada negeri ini. disamping itu terdapat bebrapa lembaga kemanusiaan asing juga berdampingan dengan stand BSMI. Hal ini menunjukan BSMI akrab dengan masyarakat internasional dan mitra-mitra BSMI dari Pemerintah seperti Departemen Sosial RI.  BSMI memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi pengunjung stand,  peserta stand dan  partisipan yang hadir dalam acara KSN Expo tersebut dari 17-19 Desember 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung juga disuguhkan beberapa prasarana Tanggap bencana seperti pesawat capung tanggap bencana, kendaraan offroad bencana dan salahsatu yang unik dari peraga tersebut adalah Mobil Dapur Umum BSMI. terdapat tiga jenis mobil dapur umum yang ditampilkan, pertama model dari Militer/tentara, kedua dari Pemerintah (Depsos) dan terakhir, dari Masyarakat Sipil, BSMI mengelontorkan Mobil Dapur Umum yang dapat berpindah-pindah tempat dan menjangkau lokasi bencana tanpa harus bongkar muat perangkat dapur didalamnya. Mobil Dapur Umum BSMI yang baru keluar di akhir tahun ini telah langsung terjun ke lapangan seperti longsor di daerah Cianjur dan Banjir besar di Bale Endah, Bandung, Jawa Barat. Sebagai wujud kiprah BSMI dalam tanggap bencana, kegawat daruratan, dan penanganan pengungsi, banyak yang merasakan kemanfaatan dari mobil dapur umum BSMI tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesetiakawanan Sosial bagi BSMI merupakan perwujudan lambang kemanusiaan BSMI dengan eksistensinya yaitu misi universalitas lambang Bulan Sabit Merah, yang semakin diusahakan, disosialisasikan dan dipublikasikan agar dapat diterima dari semua pihak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-7355475193319755779?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://bsmipusat.net' title='Semarak Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/7355475193319755779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2008/12/semarak-hari-kesetiakawanan-sosial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/7355475193319755779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/7355475193319755779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2008/12/semarak-hari-kesetiakawanan-sosial.html' title='Semarak Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-4006847552565612377</id><published>2008-12-05T02:54:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T02:56:44.068-08:00</updated><title type='text'>PALANG = CROSS ? Benarkah?</title><content type='html'>Sebuah telaah dilakukan seorang relawan BSMI terkait asal muasal kata Palang।  Tujuannya adalah ingin memaparkan penggunaan kata Palang yang selama ini sering digunakan। Tanpa maksud menyudutkan pihak manapun, tulisan berikut berdasarkan referensi-referensi tata bahasa atau kamus online (internet).  &lt;br /&gt;         Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;(KBBI) kata “ Palang”  merupakan batang kayu batang kayu (bambu, besi, dsb) yg dipasang melintang pd jalan, pintu, dsb. Atau kata palang dalam kata kerja seperti memalang, memalangi, dan memalangkan yang bermakna kegiatan yang terkait dengan usaha menghalangi dengan sesuatu  untuk menahan atau merintangi. Uniknya kata palang beririsan makna dengan frase kata salib&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;, yaitu dua batang kayu yang bersilang; dan  tanda silang.  Sementara ketika ditransliterasikan kedalam bahasa Inggris, palang senada dengan bahasa inggris yaitu “Cross”. Cross sendiri diartikan sesuai dalam kamus bahasa inggris yang salah satu maknanya adalah salib. Transliterasi kata dalam bahasa Inggris yaitu “ Red Cross” menjadi dipertanyakan menjadi palang Merah, bukan Salib Merah. Lihat saja kata cross oneself  artinya membuat tanda salib&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;, sedangkan kata Palang bahasa Inggrisnya adalah bolt atau bar&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;. Atau kalau kita mau memaknai kata metal cross saja artinya adalah Salib Merah bukan Palang Logam&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;. Yang menjadi aneh lagi tentang pemaknaan kata Red Cross adalah kalau kita bentuk kata lain seperti master's cross bermakna salib berat&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt; bukan palang yang berat.&lt;br /&gt;         Kerancuan tata bahasa telah masuk dalam penyerapan kata salib menjadi Palang, khususnya dengan lambang Red Cross। Bentuknya yang berupa salib seimbang atau tanda plus berwarna merah, dimaknai dengan kata palang bukan kata salib।  Lihat saja kata Salib dalam KBBI  &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt; bermakna tanda silang seperti simbol red cross. Sejarah lambang Red Cross sendiri merupakan symbol pasukan Knight of Templar dalam perang Salib (crusade) yang berlangsung dua abad&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn8" name="_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt;. Pasukan Templar merupakan unit khusus dalam kemiliteran Tentara Kristen yang menggunakan simbol Red Cross seperti saat ini. Pasukan itu terdiri dari sub unit Merpati dan Sub Elang. Bedanya adalah penggunaan warna dasar putih bagi Templar Sub unit elang yang terkenal kejam dan sadis, sedangkan Templar sub unit Merpati dengan warna dasar biru dikenal bersahabat dengan pihak muslim dan banyak menggunakan bahasa arab. Penggunaan kata salib sendiri dalam bahasa arab adalah sholiibun&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn9" name="_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt; (Cross), sedangkan Red Cross ditransliterasikan menjadi (sholiibul ahmar). Istilah kata Palang sendiri juga selaras dengan kata Sholib (bahasa Arab)&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn10" name="_ftnref10"&gt;[10]&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;            Masyarakat Indonesia tidak terlepas dari budaya keTimuran dengan menonjolkan sifat saling menghargai dan berusaha sebisa mungkin menghindari konflik atau kekerasan. Bisa jadi, karena pengaruh keTimuran kita, penggunaan kata Salib menjadi Palang adalah upaya penghalusan bahasa atau bisa jadi sebuah pelencengan makna awal agar masyarakat tidak terlalu peduli dengan pemakaian lambang salib hingga bernama palang. Namun sebuah penelaahan agar kita dapat merumuskan asal muasal kata hingga kita tidak terjebak dalam kerancuan, amatlah penting kita sikapi. Terkadang lambang adalah simbol keyakinan, namun dengan usaha sosialisasi yang begitu deras maka orang menjadi salah kaprah, sebut saja misalkan ketika menyebut Palang mereka tidak sadar bahwa itu adalah Salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php"&gt;http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://kamus.kapanlagi.com/contain/SALIB"&gt;http://kamus.kapanlagi.com/contain/SALIB&lt;/a&gt; , &lt;a href="http://kamus.ugm.ac.id/english.php"&gt;http://kamus.ugm.ac.id/english.php&lt;/a&gt;  , &lt;a href="http://vvv.sederet.com/translate.php"&gt;http://vvv.sederet.com/translate.php&lt;/a&gt; , &lt;a href="http://www.kamusonline.web.id/index.php"&gt;http://www.kamusonline.web.id/index.php&lt;/a&gt;  , &lt;a href="http://kamus.orisinil.com/indonesia-english/salib"&gt;http://kamus.orisinil.com/indonesia-english/salib&lt;/a&gt; , &lt;a href="http://kamus.kapanlagi.com/salib"&gt;http://kamus.kapanlagi.com/salib&lt;/a&gt; , &lt;a href="http://kamus.landak.com/cari/salib"&gt;http://kamus.landak.com/cari/salib&lt;/a&gt; , &lt;a href="http://dictionary.web.id/"&gt;http://dictionary.web.id/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; http://kamus.ugm.ac.id/english.php&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; http://kamus.kapanlagi.com/salib&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; http://vvv.sederet.com/translate.php&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt; http://kamus.orisinil.com/indonesia-english/salib&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php"&gt;lihat&lt;/a&gt; no.1&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref8" name="_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt; Carole Hillenbrand, The Crusade; Islamic Perspective, terj. Heryadi, (Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2005), cet. Ke-1,&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref9" name="_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt;http://kamus.javakedaton.com/index.php?message=palang&amp;amp;submit=_CARI&amp;amp;option=com_kamus&amp;amp;task=indonesia_arab&amp;amp;Itemid=29&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref10" name="_ftn10"&gt;[10]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://quran.javakedaton.com/?q=salib&amp;amp;submit=Submit"&gt;http://quran.javakedaton.com/?q=salib&amp;amp;submit=Submit&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-4006847552565612377?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/4006847552565612377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2008/12/palang-cross-benarkah_05.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/4006847552565612377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/4006847552565612377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2008/12/palang-cross-benarkah_05.html' title='PALANG = CROSS ? Benarkah?'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-8731010692528601940</id><published>2008-11-20T19:08:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T19:15:07.542-08:00</updated><title type='text'>RUU Lambang Palang Merah Diskriminatif</title><content type='html'>Bergulirnya era  reformasi yang sudah berjalan hampir satu dasawarsa sejak tumbangnya era otoriter dan tangan besi membuka banyak kran kebebasan. Dahulu kala kita dipaksa berazas tunggal, baik itu ormas maupun parpol-parpol jika tidak maka dicurigai subversive, dimata-matai bahkan diintimidasi. Sekarang banyak ormas-ormas  bernafaskan agama, parpol berideologi agama, maupun lembaga swadaya masyarakat yang menjamur membawa misi tertentu baik sosial, budaya, pendidikan maupun kemanusiaan. Hadirnya RUU Lambang Palang Merah (LPM) seakan-akan kita digiring secara paksa untuk menerima lambang kemanusiaan yang hanya boleh digunakan adalah Palang Merah setelah penulis membaca draft RUU tersebut.  Tidak dapat dipungkiri beberapa lembaga kemanusiaan seperti Bulan Sabit Merah Indonesia, Lembaga Kesehatan Cuma-Cuma dan Hilal Merah telah lama menggunakan lambang Bulan Sabit Merah yang merupakan lambang yang dilindungi oleh Konvensi Jenewa. Bahkan lebih kejam lagi didalam pasal RUU LPM akan didenda tiga puluh juta hingga seratus juta rupiah atau selama tiga tahun mendekam dipenjara. Ironis sekali, di jaman kebebasan berekspresi seperti saat ini, hadir sebuah RUU yang mementingkan kelompok tertentu saja menafikan lembaga-lembaga kemanusiaan yang telah banyak memberikan sumbangsih kepada masyarakat, bahkan lembaga seperti Bulan Sabit Merah Indonesia mengharumkan nama Indonesia dengan mengirimkan relawan kemanusiaan ke Irak (2003), Pakistan (2003), dan Libanon (2006) disaat terjadi konflik maupun bencana. Daripada mengancam keutuhan hidup berbangsa yang saling menghormati lebih baik dicabut saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-8731010692528601940?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.indonesianredcrescent.wordpress.com' title='RUU Lambang Palang Merah Diskriminatif'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/8731010692528601940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2008/11/ruu-lambang-palang-merah-diskriminatif.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/8731010692528601940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/8731010692528601940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2008/11/ruu-lambang-palang-merah-diskriminatif.html' title='RUU Lambang Palang Merah Diskriminatif'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-7572715584801295249</id><published>2008-11-18T05:57:00.001-08:00</published><updated>2008-11-18T06:00:18.900-08:00</updated><title type='text'>POLEMIK RUU LAMBANG PALANG  MERAH</title><content type='html'>Sebagian besar masyarakat Indonesia masih belum mengetahui bahwa saat ini sedang ada pembahasan sebuah Rancangan Undang-Undang (RUU) Lambang Palang Merah di Komisi III DPR RI. Hal ini bisa dimaklumi karena masyarakat lebih tertarik dengan isu-isu sentral yang dapat menyedot perhatian publik seperti Rancangan Undang Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP) yang kemudian telah disahkan menjadi Undang-Undang oleh Pemerintah. RUU mengenai pembahasan sebuah lambang mungkin menjadi pekerjaan baru bagi anggota dewan di Jakarta.&lt;br /&gt;Munculnya RUU Lambang Palang Merah diajukan pada tahun 2005 melalui Departemen Hukum dan HAM (Depkumham). Uniknya pada tahun 2002 tepat pada saat Bulan Sabit Merah Indonesia dideklarasikan, Departemen Luar Negeri (Deplu) memanggil sejumlah pendiri BSMI untuk mengganti lambang Bulan Sabit Merah menjadi lambang yang yang tidak mengikuti lambang pada konvensi Jenewa yang selama ini dipakai yaitu Bulan Sabit Merah. Sementara itu timbul resistensi  juga dari kalangan PMI mereka mengimbau untuk tidak menggunakan lambang Bulan Sabit Merah (Suara Merdeka/10 Juni 2002). Para pengurus BSMI diminta merubah nama dan lambang semula, misalnya dengan menggunakan Bulan Sabit Hijau, Bulan Sabit Kuning dan yang sejenisnya.&lt;br /&gt;Saat itu BSMI didirikan dengan misi dakwah dengan simbol Bulan Sabit Merah dengan asas Islam. Namun dalam setiap kegiatan kemanusiaan, BSMI bersifat universal bagi tiap penerima layanan kemanusiaan dan kesehatan tanpa memandang latar belakang suku, agama, kelompok ,negara dalam memberikan kontribusi kepada segenap manusia. Kiprah BSMI yang diketuai oleh dr. Basuki Supartono, SpOT,FICS,MARS telah berlangsung selama 6 tahun dan telah berkembang luas dengan 70 cabang yang tersebar di kotamadya/kabupaten di seluruh indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sekretaris Umum BSMI M. Djazuli Ambari, SKM, M.Si, eksistensi BSMI sempat teruji ketika terjadi perang Irak pada tahun 2003 dimana terdapat tawanan Indonesia yang menjadi korban konflik antara Irak dengan Amerika Serikat. “ Saat itu BSMI diminta bantuan oleh Departemen Luar Negeri untuk berpartisipasi dalam pembebasan tawanan Indonesia tersebut dan akhirnya BSMI bersama Departemen Luar Negeri bersama-sama bekerja dan menjalin kerjasama dan hubungan baik hingga saat ini,” ungkapnya. &lt;br /&gt;M. Djazuli menambahkan bahwa kejadian gempa bumi dan tsunami di Aceh tahun 2005 juga memberikan pengaruh besar terhadap eksistensi BSMI. “Pada tahun itulah BSMI mendapat tempat khusus oleh Komisi VIII DPR RI karena diminta pendapat dan masukan terhadap pembahsan RUU Penanggulangan Bencana yang kini sudah diundangkan,” ujarnya.&lt;br /&gt;Ironisnya, pada tahun yang sama pula, melalui Departemen Hukum dan HAM, pemerintah mengajukan RUU Lambang Palang Merah, kemudian dibahas di Komisi III DPR RI. Merujuk dari subtansi pengajuan RUU tersebut sangat jelas bahwa kepentingan Palang Merah Indonesia sangat diakomodir oleh pemerintah.&lt;br /&gt;Sementara itu, keikutsertaan Indonesia dalam Konvensi Jenewa dengan menggunakan lambang Palang Merah diratifikasi dengan UU No. 59 Tahun 1958 pada jaman demokrasi terpimpin Sukarno yang sebelumnya dengan Kepres No.25 Tahun 1950 juga keikut sertaan Palang Merah Indonesia (PMI) dengan bergabung dengan ICRC (International Committee Red Cross) dan hubungan kemanusiaan ke luar negeri dalam IFRC (Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah) juga patut menjadi catatan atas dibahasnya RUU Lambang Palang Merah. &lt;br /&gt;Alasan lain yang mendasari pengajuan RUU tersebut adalah bahwa peraturan yang sudah ada (ratifikasi) bagi lambang palang merah karena tidak mengatur secara rinci tentang spesifikasi teknis mengenai Lambang Palang Merah dan pemakaian lambang palang merah pada produk merek tertentu.&lt;br /&gt;BSMI sebagai pihak yang berhadapan dengan PMI dan Pemerintah telah dua kali mengikuti sidang dengar pendapat bersama Panitia Khusus RUU Lambang Palang Merah di Komisi III DPR RI pada tahun 2008 (Mei dan September). Di DPR sendiri beragam pendapat terbagi-bagi, pihak yang mendukung eksistensi BSMI dengan penggunaan lambang Bulan Sabit Merah-nya seperti Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN), Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) dan Fraksi Partai Bulan Bintang (F-PBB). Sementara yang mendukung RUU Lambang Palang Merah adalah Fraksi Partai Demokrasi Perjuangan (F-PDIP), F-Partai Golkar (F-PG), Fraksi Partai Damai Sejahtera (F-PDS) dan unsur dari TNI/POLRI. Suara dan dukungan yang masih belum dipastikan adalah Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) dan Fraksi Partai Bintang Reformasi (F-PBR).&lt;br /&gt;Pasal-pasal yang mengandung kontroversi yang diajukan dalam RUU Lambang Palang Merah adalah pasal 37, 39 dan 40 yang memberi hukuman penjara selama 3 bulan atau denda tiga puluh juta hingga seratus juta rupiah jika mengunakan lambang Bulan Sabit Merah dalam sebuah aktivitas kemanusiaan (kepalangmerahan) di Indonesia. Hal ini jelas akan menghapus eksistensi gerakan Bulan Sabit Merah Indonesia atau gerakan kemanusiaan lain yang menggunakan lambang Bulan Sabit Merah hingga dapat dinilai sebagai bentuk otoriterian dalam kebebasan berekspresi masyarakat dalam kacamata kebhinekaan dan alam demokrasi.&lt;br /&gt;Selain itu pada pasal 6 dan 7 disebutkan bahwa rohaniawan dan sarana yang menggunakan lambang Palang Merah disebutkan dilindungi. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa penduduk Indonesia yang mayoritas muslim dapat menilai terjadi diskriminasi dan rentan adanya penolakan terhadap pemakaian lambang palang merah tersebut. Bagi BSMI sendiri berpegangan kepada sebuah pendapat bahwa tidak harus dalam pasal Konvensi Jenewa dalam satu negara mesti hanya satu lambang.&lt;br /&gt;Alasan ini juga disandarkan pendapat Prof. Dr. Sri Setianingsih, guru besar hukum UI, setelah menelaah Konvensi Jenewa. Menurutnya satu lambang kemanusiaan dipakai dalam kerangka hubungan lembaga kemanusiaan secara internasional (ICRC atau IFRC). Namun dalam urusan internal suatu negara diserahkan kepada mekanisme yang berjalan dalam negeri masing-masing. Hal ini dikhususkan bagi BSMI agar dapat eksis sehingga misi kemanusiaan tetap dijalankan dan direalisasikan oleh para relawan BSMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ini juga diamini oleh sebagian anggota Dewan walaupun terdapat protokol III (tambahan) dalam Konvensi Jenewa yang tiap negara memilih satu lambang kemanusiannya. Namun pembahasan mengenai satu atau dua lambang dalam satu negara bisa disepakati melalui mekanisme politik berjalan di DPR dalam sebuah pembahasan legislasi.     &lt;br /&gt;Suara fraksi-fraksi di DPR pun terbagi-bagi dalam pengajuan judul dari RUU tersebut yang antara lain dengan judul RUU Lambang Palang Merah, RUU Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, RUU Lambang Bulan Sabit Merah, dan RUU Kepalangmerahan. Suatu yang menjadi unik apa yang akan dihadapi BSMI dalam menghadapi RUU Lambang Palang Merah. Pada level atas, BSMI telah melakukan penggalangan dukungan kepada ormas-ormas yang selama ini mendukung kegiatan kemanusiaan BSMI di Indonesia baik yang sudah pernah berkolaborasi dengan BSMI maupun yang belum.&lt;br /&gt;Di tingkat bawah, BSMI terus melakukan sosialisasi melalui aktivitas kemanusiaannya, baik ditingkat pusat maupun cabang-cabang diseluruh nusantara dari Aceh hingga Nabire. Yang menjadi catatan adalah pelayanan BSMI tidak memandang suku, agama dan golongan, seperti gempa di Nabire-Papua,  gempa di Alor-NTT, dan pelayanan khitan di Manggarai-NTB dimana BSMI pernah menggelar bakti sosial (baksos) pelayanan kesehatan disebuah tempat ibadah gereja. Di level internasional, relawan BSMI telah dikenal pada waktu bencana di Pakistan, Irak dan Libanon.&lt;br /&gt;Sekali lagi bahwa Bulan Sabit Merah adalah lambang kemanusiaan yang diterima oleh negara-negara di dunia, bahkan Turki yang negara sekuler sekalipun menggunakan Bulan Sabit Merah. Hadirnya lambang Palang Merah di Indonesia tidak dapat dilepaskan oleh sejarah bangsa Indonesia yang mengenal lambang Palang Merah dari sejarah kolonialisme, revolusi, orde lama dan orde baru. Sedangkan BSMI siap bermitra dengan siapapun ternasuk PMI sekalipun.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-7572715584801295249?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://www.indonesianredcrescent.wordpress.com' length='0'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.redcrescent.multiply.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/7572715584801295249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2008/11/polemik-ruu-lambang-palang-merah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/7572715584801295249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/7572715584801295249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2008/11/polemik-ruu-lambang-palang-merah.html' title='POLEMIK RUU LAMBANG PALANG  MERAH'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3675038267763520465.post-506393988218108818</id><published>2008-10-26T23:25:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T23:39:20.469-07:00</updated><title type='text'>Bulan Sabit Merah untuk Indonesia</title><content type='html'>Kesadaran penggunaan  lambang yang bersifat universal didasarkan  pada fakta sejarah  di  Eropa pada Abad 19 yang mana setiap angkatan bersenjata tiap-tiap negara mencirikan pelayanan kesehatannya melalui sebuah bendera dengan warna-warna yang berbeda, seperti putih di Austria, merah di Perancis, kuning di Spanyol&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;.  Kesadaran tersebut diwujudkan pada Konferensi Internasional tanggal 26-29 Oktober 1863. Dalam konferensi tersebut timbul sebuah keinginan untuk menggunakan sebuah ban lengan yang digunakan oleh tim medis. Ketika itu Dr.Appia&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; mengajukan sebuah ban lengan putih, lalu Konferensi-mungkin melalui saran Jendral Dorfour-memutuskan menambah sebuah Lambang Palang Merah&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;. Dalam minuta Konferensi tahun 1863 &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt; tersebut tidak ditemukan alasan yang mendasari penggunaan Palang Merah sebagai lambang yang digunakan diatas dasar putih tersebut&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;.  Penetapan Palang Merah&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;  sebagai lambang yang diakui oleh Konvensi jenewa tahun 1864 tidak mendapatkan pertentangan ketika itu mengingat kedua belas negara peratifikasi konvensi tersebut adalah negara Eropa&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt;, yang menganut nilai-nilai yang tidak memisahkan hubungan antara negara dan agama (kristen). Konferensi tahun 1906 merevisi konvensi tahun 1864 dengan menambah sebuah klausa yang menyatakan bahwa lambang Palang Merah diadopsi sebagai penghormatan terhadap Swiss dan dibentuk dengan membalikan warna bendera federal.&lt;br /&gt;          Masuknya Turki sebagai negara peratifikasi Konvensi Jenewa 1864 sejak  tanggal 5 Juli 1865 dilanjutkan hingga keterlibatannya pada Konferensi Jenewa tahun 1920  membawa  konsekuensi internasionalisasi dan humanisasi Hukum Perikemanusiaan melalui pemgakomodasian sistem hukum yang berbeda. Usulan yang diterima yang berasal dari Turki diataranya adalah penerapan  deklarasi perang, sebagai syarat sebelum dimulainya peperangan antara kedua belah negara yang bertikai.&lt;br /&gt;Internasionalisasi Konvensi Jenewa tersebut  semakin terlihat dengan diakuinya ‘lambang yang lain’ disamping lambang yang sudah ada. Melalui Proposal Turki, Persia dan Mesir, Konferensi 1929 membuat revisi kedua dari Konvensi Jenewa secara bulat&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn8" name="_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt;. Revisi tersebut membawa konskuensi diterimanya   Bulan sabit Merah dan Singa Merah dan Matahari sebagai lambang resmi disamping Palang Merah&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn9" name="_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt;. Sebagian negara muslim telah mengadopsi Bulan Sabit Merah setelah tahun 1929, dan ICRC tidak merasa  bahwa hal tersebut sebagai alasan penolakan atas pengakuan perhimpunan-perhimpunan negara-negara tersebut&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn10" name="_ftnref10"&gt;[10]&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Penerimaan Bulan Sabit Merah sebagai lambang yang juga diakui   tidak dapat dilepaskan dari upaya reorintasi gerakan ICRC untuk menjadi sebuah gerakan yang lebih terbuka dan mendunia. Dibawah kepemimpinan Henry Dunant, ICRC (Red Cross ketika itu) belum lah menjadi sebuah Komite yang belum sepenuhnya terbuka  karena menurut Dunant,  ‘the Red Cross was not, in Dunant’s conception, a purely secular organisation, but an intenational body of ‘samaritans’ in the best of tradition of Christian charity, tending to the wounded, sick and vulnerable&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn11" name="_ftnref11"&gt;[11]&lt;/a&gt;.  Barulah dibawah kepemimpinan Gustave Moynier, perubahan Gerakan ICRC terjadi pada tingkat normatif, yang mengalienasi dari nilai-nilai kristiani kedalam sekulerisme yang bersifat universal sebagai kombinasi hukum natural dan positivisme internasional&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn12" name="_ftnref12"&gt;[12]&lt;/a&gt;. Moynier telah bekerja untuk meyakinkan penerapan Hukum Perikemanusiaan tersebut oleh semua agama, termasuk islam. Moynier adalah penggerak pertama yang mendirikan Perhimpunan Palang Merah Ottoman tahun 1868&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn13" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn13" name="_ftnref13"&gt;[13]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Eksistensi lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah menurut Konvensi Jenewa 1929 teruji kembali dalam Konferensi Diplomatik 1949 . Pada Konferensi ini terdapat tiga usulan yang berkembang yaitu:&lt;br /&gt;1.        Kembali kepada penggunaan Palang Merah sebagai satu-satunya lambang&lt;br /&gt;2.        Setiap negara memiliki hak untuk menggunakan simbol apapun pada dasar putih, sebagaimana yang telah diusulkan oleh Israel&lt;br /&gt;3.        Meniadakan  tidak hanya lambang alternatif tetapi juga Palang Merah, dan menggantikannya dengan lambang geometrikal yang lain&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn14" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn14" name="_ftnref14"&gt;[14]&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga usulan tersebut akhirnya tidak dapat diterima dalam Konferensi itu.     Semakin banyak negara yang menggunakan Bulan Sabit Merah sebagai lambang perhimpunan negaranya, menyebabkan usulan pertama tidak dapat dipenuhi. Terkait dengan usulan kedua, penggunaan lambang dimaksudkan untuk memudahkan identifikasi tim medis atau pihak lain yang harus dilindungi.  Sehingga keberadaan banyaknya lambang akan menyulitkan identifikasi pihak-pihak yang harus dilindungi. Ussulan  Peniadaan kedua lambang tidak dapat disetujui karena keberadaan lambang Palang Merah dan  lambang Bulan Sabit Merah sangat lekat dengan sejarah lahirnya organisasi kemanusiaan itu sendiri.&lt;br /&gt;Tetap diakuinya eksistensi Lambang Bulan Sabit Merah  menandakan bahwa negara-negara di dunia mengakui keberagaman diantara mereka&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn15" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn15" name="_ftnref15"&gt;[15]&lt;/a&gt;. Lambang Bulan Sabit Merah untuk sebagian besar negara muslim di dunia merupakan identitas negara mereka yang tidak dapat dipisahkan dengan eksistensi bangsa dan negara. Sehingga tidaklah mengherankan apabila  Lambang  Bulan Sabit Merah  digunakan secara meluas oleh negara-negara muslim di dunia yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI)&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn16" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn16" name="_ftnref16"&gt;[16]&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Negara-negara anggota OKI yang menggunakan Bulan Sabit Merah sebanyak 33 negara (Lihat ditabel 1), sedangkan yang menggunakan Palang Merah sebanyak 21 Negara (Lihat ditabel 2)&lt;br /&gt;Tabel 1.&lt;br /&gt;Daftar Negara OKI yang menggunakan Bulan Sabit Merah sebagai Lambang perhimpunan nasionalnya&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn17" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn17" name="_ftnref17"&gt;[17]&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No&lt;br /&gt;Nama Negara&lt;br /&gt;Bentuk Negara&lt;br /&gt;Komposisi Jumlah penduduk berdasarkan keagamaan&lt;br /&gt;Lambang Perhimpunan Nasional yang digunakan&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;Afghanistan&lt;br /&gt;Republik Islam&lt;br /&gt;31.056.977 (99 % Muslim, 1 % lainnya)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Algeria&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;32.930.092 (99 % Muslim, 1 % Kristen &amp;amp; Yahudi)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Azerbaijan&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;7.961.619 (93,4 % Muslim, 2,5 % Russian Orthodox, 2,3 % Armenian Orthodox, 1,8 % Lainnya)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Bahrain&lt;br /&gt;Monarki Konstitusi&lt;br /&gt;698.585 (81,2 % Muslim, 9 % Kristen, 9,8 % Lainnya)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;Bangladesh&lt;br /&gt;Demokrasi Parlementer&lt;br /&gt;147.965.352 ( 83 % Muslim, 16 % Hindu, 1 % Lainnya)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;Brunei Darusalam&lt;br /&gt;Monarki&lt;br /&gt;379.444 ( 67 % Muslim, 13 % Budha, 10 % Kristen, 10 % Lainnya)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;Comoros&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;690.948 (98 % Muslim, 2 % Katolik )&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;Djibouti&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;486.530 (94 % Muslim, 6 % Kristen)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;Mesir&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;78.887.007 ( 90 % Muslim, 9 % Coptic, 1 % Kristen)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;Iran&lt;br /&gt;Teokrasi&lt;br /&gt;68.688.433 (98 % Muslim, 2 % Lainnya)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;Irak&lt;br /&gt;Teokrasi&lt;br /&gt;26.783.383 ( 97 % Muslim, 3 % Kristen &amp;amp; lainnya)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;Yordania&lt;br /&gt;Monarki Konstitusi&lt;br /&gt;5.906.760 (92 % Muslim, 6 % Kristen, 2 % Lainnya)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;Kazakhtan&lt;br /&gt;Republik Sekuler&lt;br /&gt;15.233.244 ( 47 % Muslim, 44 % Russian Orthodox, 2 % Protestan, 7 % Lainnya)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;14&lt;br /&gt;Kuwait&lt;br /&gt;Monarki&lt;br /&gt;2.418.393 ( 85 % Muslim, 15 % Kristen, Hindu, Parsi &amp;amp; lainnya)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;15&lt;br /&gt;Krygystan&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;5.213.898 ( 75 % Muslim, 20 % Russian Orthodox, 5 % Lainnya)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;16&lt;br /&gt;Libya&lt;br /&gt;Diktaktor&lt;br /&gt;5.900.754 ( 97 % Muslim, 3 % Lainnya)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;17&lt;br /&gt;Malaysia&lt;br /&gt;Monarki Konstitusi&lt;br /&gt;24.385.858 ( -)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;18&lt;br /&gt;Mauritania&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;3.177.388( 100 % Muslim)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;19&lt;br /&gt;Maroko&lt;br /&gt;Monarki Konstitusi&lt;br /&gt;33.241.259 ( 98,7 % Muslim, 1,1, Kristen, 0,2 % Yahudi)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;20&lt;br /&gt;Pakistan&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;165.803.560 ( 97 % Muslim, 3 % Kristern, Hindu &amp;amp; Lainnya)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;21&lt;br /&gt;Palistina&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;3.702.212&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;22&lt;br /&gt;Qatar&lt;br /&gt;Monarki&lt;br /&gt;885.359 ( 95 % Muslim, 5 % Lainnya)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;23&lt;br /&gt;Saudi Arabia&lt;br /&gt;Monarki&lt;br /&gt;27.019.731 ( 100 % Muslim)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;24&lt;br /&gt;Somalia&lt;br /&gt;Tidak ada system pemerintahan yang tetap&lt;br /&gt;8.863.338 (100 % Muslim)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;25&lt;br /&gt;Sudan&lt;br /&gt;Government of National Unity (GNU)&lt;br /&gt;41.236.378 ( 70 % Muslim, 5 % Kristen, 25 % indigeous beliefs)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;26&lt;br /&gt;Syiria&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;18.881.361 (90 % Muslim, 10 % Yahudi)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;27&lt;br /&gt;Tajikistan&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;7.320.815 (90 % Muslim, 10 % Lainnya)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;28&lt;br /&gt;Tunisia&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;10.175.014 ( 98 % Muslim, 1 % Kristen, 1 % Yahudi &amp;amp; Lainnya)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;29&lt;br /&gt;Turki&lt;br /&gt;Republik Sekuler&lt;br /&gt;70.413.958 ( 99,8 % Muslim, 0,2 % Kristen &amp;amp; Yahudi)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;30&lt;br /&gt;Turkmenistan&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;5.042.920 ( 89 % Muslim, 9 % Eastern Orthodhox, 2 % Lainnya)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;31&lt;br /&gt;Uni Emirat Arab&lt;br /&gt;Federal&lt;br /&gt;2.602.713 ( 96 % Muslim, 4 % Kristen, Hindu, &amp;amp; Lainnya)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;32&lt;br /&gt;Uzbekistan&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;27.307.134 ( 88 % Muslim, 9 % Eastren Orthodox, 3 % Lainnya)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;33&lt;br /&gt;Yaman&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;21.456.188 (  -)&lt;br /&gt;Bulan Sabit Merah&lt;br /&gt;34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 2&lt;br /&gt;Daftar Negara OKI yang menggunakan Palang Merah sebagai Lambang perhimpunan nasionalnya&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn18" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn18" name="_ftnref18"&gt;[18]&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No&lt;br /&gt;Nama Negara&lt;br /&gt;Bentuk Negara&lt;br /&gt;Komposisi Jumlah penduduk berdasarkan keagamaan&lt;br /&gt;Lambang Perhimpunan Nasional yang digunakan&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;Albania&lt;br /&gt;Emerging Democracy&lt;br /&gt;3.581.655(70 % Muslim, 20 % Orthodok, 10 % Katolik)&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Benin&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;7.862.944 (50 % Kepercayaan Pribumi, 30 % Kristen, 20 % Muslim)&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Burkina-Faso&lt;br /&gt;Republik Parlementer&lt;br /&gt;13.902.972(50 % Muslim, 40 % Kepercayaan Pribumi, 10 % Katolik)&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Kamerun&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;17.340.702(40 % Kepercayaan Pribumi, 40 % Kristen, 20 % Muslim)&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;Chad&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;9.944.201(51 % Muslim, 35 % Kristen, 7 % Animisme, 7 % Lainnya)&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;Cote D’ivoire&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;17.654.843(35 % Muslim, 40 % Kepercayaan Pribumi, 25 % Kristen)&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;Gabon&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;1.424.906 (75 % Kristen, 24 % Animisme, 1 % Muslim)&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;Gambia&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;1.641.564(90 % Mslim, 9 % Kristen, 1 % Kepercayaan Pribumi)&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;Guinea&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;9.690.222(85 % Muslim, 8 % Kristen, 7 % Kepercayaan Pribumi)&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;Guine-Bissau&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;1.442.029(50 % Kepercayaan Pribumi, 45 % Muslim, 5 % Kristen)&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;Guyana&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;767.245 (50 % Kristen, 35 % Hindu, 10 % Muslim, 5 % Lainnya)&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;Indonesia&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;245.542.739 (88 % Muslim, 5 % Kristen, 3 % Katolik, 2 % Hindu, 1 % Budha, 1% Lainnya)&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;Lebanon&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;3.874.050 (60 % Muslim, 39% Kristen, 1 % Lainnya)&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;14&lt;br /&gt;Mali&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;11.716.829 (90 % Muslim, 9 % Kepercayaan Pribumi, 1 % Kristen)&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;15&lt;br /&gt;Mozambique&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;19.686.505 (24 % Katolik, 18 % Muslim, 17 % Kristen, 24 % atheis, 17 % Lainnya)&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;16&lt;br /&gt;Niger&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;12.525.094 (80 % Muslim, 20 % Kristen)&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;17&lt;br /&gt;Nigeria&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;131.859.731 (50 % Muslim, 40 % Kristen, 10 % Kepercayaan Pribumi)&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;18&lt;br /&gt;Senegal&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;11.987.121 (94 % Muslim, 5 % Kristen, 1 % Kepercayaan Pribumi)&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;19&lt;br /&gt;Sierra Loene&lt;br /&gt;Demokrasi Konstitusi&lt;br /&gt;6.005.250 (60 % Muslim, 30 % Kepercayaan Pribumi, 10 % Kirsten)&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;20&lt;br /&gt;Togo&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;5.548.702 (51 % Kepercayaan Pribumi, 29 % Kristen, 20 % Muslim)&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;21&lt;br /&gt;Uganda&lt;br /&gt;Republik&lt;br /&gt;28.195.754 (33 % Katolik, 33 Kristen, 16 % Muslim, 18 % Kepercayaan Pribumi )&lt;br /&gt;Palang Merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan tabel di atas, maka negara-negara OKI dapat diklasifikasikan menjadi 3 bagian :&lt;br /&gt;Negara dengan ideologi Islam&lt;br /&gt;Negara-negara yang masuk ke dalam kategori ini adalah negara yang menggunakan Islam sebagai dasar dalam kehidupan bernegaranya Baik dari ideologi, sistem pemerintahannya, sistem hukum yang digunakan, maupun dalam kehidupan sehari-hari warga negaranya.&lt;br /&gt;Contoh dari negara dengan ideologi islam adalah  Saudi Arabia, Afghanistan dan Iran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara  demokrasi dengan penduduk mayoritas muslim&lt;br /&gt;Secara garis besar negara demokrasi dengan penduduk mayoritas muslim dapat dibagi menjadi dua, pertama, negara demokrasi yang tidak secara tegas memisahkan hubungan antara negara dan agama. Sebagai contoh Negara Indonesia.  UUD 1945 Pasal 1 (2) berbunyi : Kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD’ sedangkan Pasal 29 (1) menyatakan bahwa ’negara berdasarkan atas ketuhanan Yang Maha Esa’.&lt;br /&gt;Kedua, negara demokrasi yang secara tegas memisahkan hubungan antara agama dan negara (negara sekuler). Sebagai contoh Turki dan Kazakhstan. Pasal 4 Konstitusi negara Turki menyatakan empat (4) prinsip fundamental Republik Turki : Prinsip Sekuler, Keadilan sosial, persamaan di depan hukum, dan kesatuan antara republik dan bangsa Turki&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn19" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn19" name="_ftnref19"&gt;[19]&lt;/a&gt; bahwa Turki adalah negara sekuler dengan sistem pemerintahannya republik demokrasi. Jadi setiap kebijakan yang diambil oleh negara tersebut tidak boleh dipengaruhi oleh agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara yang memiliki penduduk muslim.&lt;br /&gt;Umumnya negara-negara yang masuk dalam kategori ini memiliki jumlah penduduk muslim (tetapi tidak mayoritas), namun anggota OKI. Contohnya adalah negara Gabon,kamerun, Benin dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas negara anggota OKI yakni sebanyak 33 negara menggunakan Bulan Sabit Merah sebagai lambang Perhimpunan Nasionalnya sedangkan yang menggunakan Palang Merah sebagai lambang perhimpunan nasionalnya sebanyak 21 negara.&lt;br /&gt;Kecuali Indonesia, Albania, Guinea, Gambia, Mali, dan senegal Negara-negara OKI yang masuk dalam klasifikasi negara yang mayoritas jumlah penduduknya muslim (klasifikasi a dan b)  menggunakan Bulan Sabit Merah sebagai lambang perhimpunan nasionalnya. Contohnya adalah negara Arab Saudi, Mauritania,Brunei Darusalam, Tunisia, Kazakhstan, Turki, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Diantara negara-negara yang mayoritas jumlah penduduknya muslim tersebut terdapat beberapa negara yang menggunakan Palang Merah lebih dahulu sebelum akhirnya menetapkan Bulan Sabit Merah sebagai lambang perhimpunan resminya, seperti Malaysia, Pakistan dan Bangladesh.&lt;br /&gt;Sedangkan negara dengan jumlah penduduk muslimnya bukan mayoritas, menggunakan Palang Merah sebagai perhimpunan nasionalnya. Contohnya adalah negara Kamerun, Gabon, Guyana, Mozambique, dan lain-lain.&lt;br /&gt; Sebuah harapan, sebagaimana yang tercetus dalam Konferensi Diplomatik tahun 1949 untuk menjadikan Palang Merah sebagai satu-satunya Lambang perhimpunan nasional di masa mendatang, tidak dapat terealisasi. Sebagian besar negara-negara muslim &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn20" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn20" name="_ftnref20"&gt;[20]&lt;/a&gt;  lahir pasca Perang Dunia II memilih mengunakan Lambang Bulan sabit Merah sebagai lambang perhimpunan negaranya.  Lambang tersebut berbeda dengan lambang yang dipakai oleh negara-negara yang sebelumnya  menjajah mereka (Inggris, Perancis, Italia,dll), yaitu Lambang Palang Merah. Sikap yang ditunjukan oleh sebagian besar negara muslim tersebut menandakan bahwa simbol merupakan pengejewatahan peradaban dan budaya mereka, yang berbeda dengan negara-negara penjajah mereka.&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri kerja keras ICRC  mengkampanyekan netralitas  Lambang Palang Merah dari unsur-unsur ideologis. Namun kenyataannya, sebagian besar negara muslim di dunia memandang bahwa Lambang Palang Merah sebagai lambang agama (nasrani), sehingga pengunaan Palang Merah sebagai lambang perhimpunan negara-negaranya tersebut mustahil dapat diterima di negara-negara tersebut.&lt;br /&gt;Terkait dengan Indonesia, Indonesia menggunakan Lambang Palang Merah sebagai Lambang Perhimpunan nasionalnya. Lambang Palang Merah di Indonesia dikenalkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda   sejak  tanggal   21 Oktober 1873, melalui sebuah organisasi yang disebut  Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (Nerkai)&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn21" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn21" name="_ftnref21"&gt;[21]&lt;/a&gt;. Organisasi ini akhirnya dibubarkan pada saat pendudukan Jepang&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn22" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn22" name="_ftnref22"&gt;[22]&lt;/a&gt;. Paska kemerdekaan, tanggal 3 September 1945 Presiden Soekarno  mengeluarkan surat Perintah untuk membentuk suatu badan Palang Merah Nasional, yang membawa konsekuensi pada dibentuknya Perhimpunan Palang Merah Indonesia pada tanggal  5 September 1945&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn23" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn23" name="_ftnref23"&gt;[23]&lt;/a&gt;.  Arti penting dari dibentuknya Perhimpunan Palang Merah Indonesia, diantaranya, sebagai penyerta  pihak ketiga (ICRC) sebagai pihak yang netral terkait dengan penyelesaian tawanan perang Jepang, yang umumnya terdiri dari orang-orang Eropa Keberadaan Palang merah Indonesia sebagai perhimpunan nasional dikukuhkan oleh Kepres RIS nomor 25 tahun 1950, yang membawa konsekuensi penyerahan tanggung jawab dan kewajiban termasuk aset Nerkai kepada PMI.&lt;br /&gt; Ada dua hal yang dapat diambil terkait dengan pengukuhan eksistensi PMI ketika itu. Pertama, hendaknya dipisahkan antara dibentukanya Lembaga Kemanusiaan dan kemudian dikokohkan lembaga tersebut sebagai perhimpunan nasional dan dilain pihak, penggunaan (pemilihan) lambang perhimpunan tersebut. Kedua, menggali sebab dalam konteks ketika itu, mengapa Indonesia tidak memilih lambang lain (Lambang Bulan Sabit).&lt;br /&gt;Pembentukan lembaga kemanusiaan nasional (PMI) ketika itu patut mendapat apresiasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa  keberadaan PMI membantu meringankan beban korban perang dan memudahkan penyerahan tawanan perang (dari pihak Jepang ke Sekutu). Pemerintah  memandang urgensi dibentuknya lembaga kemanusiaan nasional. Pemilihan Palang Merah sebagai sebuah Lembaga dan kemudian disahkan sebagai sebuah perhimpunan nasional tidak lepas dari alasan pragmatis dan historis, karena ketika itu telah dikenal  Nerkai buatan Pemerintah Kolonial Belanda. Sehingga penyerahan aset Nerkai kepada PMI menjadi sesuatu yang tidak terelakan.&lt;br /&gt;Suatu hal yang terkait dengan lambang nampaknya kurang mendapat perhatian ketika itu.  Penggunaan Lambang Palang Merah merupakan konsekuensi logis penetapan PMI sebagai perhimpunan nasional. &lt;br /&gt;Apabila kita hendak menggali mengapa Pemerintah tidak menggunakan  Lambang Bulan Sabit Merah, kita harus mengetahui bahwa penggunaan lambang tersebut belum  secara luas digunakan di dunia internasional. Hanya dua negara yang menggunakan lambang tersebut, yaitu  Mesir dan Turki&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn24" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn24" name="_ftnref24"&gt;[24]&lt;/a&gt; karena sebagian besar negara-negara muslim  adalah negara-negara yang belum merdeka ketika itu.  Pada saat yang bersamaan, lambang Palang Merah  telah secara luas telah digunakan (terutama oleh sebagian besar negara Eropa).&lt;br /&gt;Seiring dengan berjalannya waktu, semakin  banyak negara-negara di dunia (negara-negara muslim) yang menggunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui, dalam alinea pertama dari Pembukaan UUD 1945 dinyatakan tentang hak kemerdekaan yang dimiliki oleh segala bangsa di dunia, maka oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn25" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftn25" name="_ftnref25"&gt;[25]&lt;/a&gt; Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah sikap yang menghendaki terlaksananya human values dalam arti pengakuan dignity of man and human rights serta human freedom, tiap-tiap orang diperlakukan secara pantas, tidak boleh disiksa dan dihukum secara ganas, dihina atau diperlakukan secara melampaui batas. Kemanusiaan mengakui seluruh manusia sama-sama mahluk Tuhan dan dengan demikian segala bangsa sama tinggi dan sama rendahnya dan ini berarti suatu pengakuan kemerdekaan bagi segala bangsa dengan menolak kolonialisme dan imperialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemanusiaan juga berarti pengakuan manusia sebagai individu dan sebagai mahluk sosial. Sebagai individu ia mempunyai hak-hak asasi yang dapat dinikmati dan dipertahankannya terhadap gangguan yang datang baik dari pihak penguasa maupun dari individu lainnya. Sebagai makhluk sosial penggunaan hak-hak asasi itu tidak boleh melanggar hak-hak asasi orang lain, bahkan harus selalu berfungsi sosial dalam arti adanya keseimbangan antara kepentingan individu dengan kepentingan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan suatu lembaga kemanusiaan menjadi suatu hal yang tak dapat ditawar-tawar lagi terutama dalam situasi konflik bersenjata. Pengalaman Palang Merah Indonesia (sebut tentang sejarah PMI) memang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan bangsa Indonesia dalam bernegara yang menjunjung tinggi kemanusiaan. (baru di landasan sosiologis disebutkan keinginan untuk merubah nama menjadi Bulan Sabit Merah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;       Francois Bugnion, « l’embleme de la croix rouge et celui du Croisant Rouge », Revue International de la Croix-Rouge no. 779, p. 424-435,1989, Swiss, 1989. Lihat www.icrc.org/web/fre/sitefreO.nsf/html/5F2H4A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt;       Dr.Appia adalah salah satu pendiri ICRC&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt;       ICRC,  Commentary I Geneva Convention for the Amelioration of the Condition of Wounded, Sick and shipwrecked members of Armed Forces at Sea, ICRC, 1960.Hal. 297&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt;       Konferensi tahun 1863  dihadiri oleh 15  wakil  negara yang telah menghasilkan pinsip-prinsip dan resolusi internasional.. Sebagai kelanjutan dari konferensi tersebut, diadakan Konferensi Diplomatik internasional yang diselenggarakn di  jenewa, Swis yang menghasilkan Konvensi jenewa 1864. Konvensi jenewa 1846 merupakan formalisasi dari prinsip-prinsip dan resolusi yang dihasilkan pada Konferensi 1863.   Pasal 7 Konvensi Jenewa tahun 1864 tentang Perbaikan Keadaan yang Luka dan Sakit dalam Angkatan Bersenjata di Medan Pertempuran darat berbunyi  “a distinctive and uniforn flag shall be adopted for hospitals, ambulances and evacuation parties. It should in all cicumstances be accompanied by the national flag. An Armlet may also be worn by pesonnel enjoying neutrality but its issue shall be left to the militay authorities. Both flag and armlet shall bear a red cross on a white ground”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt;       Pierre Boissier, History of International Committee  of the Red Cross : From solferino to Tsushima, Henry Dunant Institute, Geneva, 1978,p. 77&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt;       Signifikasi ‘cross’ yang dimaksud adalah ‘salib’, sedangkan ‘cros’ yang dimaksud  sebagaimana dijelaskan dalam Commentarry II adalah ‘greek cross’ (salib yunani) yang biasa digunakan sebagai tanda pembeda. Op.Cit 3, p. 230&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt;       Negara-negara tersebut adalah Belgia,  Denmark, Spanyol,  Perancis, Italia, Belanda, Portugal, Prussia, Wurtemberg, Baden, Algarves, Hess. Lihat Henry Dunant,,  a memoy of Solferino, ICRC, Jenewa, 1986&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref8" name="_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt;       Op Cit 14, Hal.299&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref9" name="_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt;       Pasal  19 Konvensi Jenewa tahun 1929 berbunyi ‘...nevertheless, in the case of countries which already use, in place of the Red Cross, the Red Crescent or the Red Lion and Sun on a hite ground as a distinctive sign, these emblems are also recognized by the terms of the present Conventon.’Lihat Annex dari Commentary I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref10" name="_ftn10"&gt;[10]&lt;/a&gt;     ICRC berwenang memutuskan perhimpunan nasional sebagai pehimpunan yang dimaksud dalam Konvensi Jenewa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref11" name="_ftn11"&gt;[11]&lt;/a&gt;     Sebagaimana dikutip oleh James Cockayne, Islam and international Humanitarian Law : From a Clash to a Conversation between Civilisations,RICR September 2002 Vol 84 Hal.  601&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref12" name="_ftn12"&gt;[12]&lt;/a&gt;     Ibid,Hal. 847&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn13" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref13" name="_ftn13"&gt;[13]&lt;/a&gt;     Lambang Palang Merah Dinasti ottoman telah dirubah menjadi Lambang Bulan sabit Merah sejak -------- Ibid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn14" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref14" name="_ftn14"&gt;[14]&lt;/a&gt;     Op.Cit 14, Hal 301-302&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn15" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref15" name="_ftn15"&gt;[15]&lt;/a&gt;     Bagi negara-negara yang keberatan untuk menggunakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, Lambang Kristal atau Kombinasi kedua lambang didalam kristal merupakan sebuah solusi yang ditawarkan oleh Protokol ketiga tentang Lambang ketiga. Negara-negara tersebut memandang bahwa kedua lambang tersebut memiliki signifikasi ideologis dan religius. Contoh negara-negara tersebut adalah Israel dan India. Lihat www.ifrc.org&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn16" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref16" name="_ftn16"&gt;[16]&lt;/a&gt;    Organisasi Konferensi Islam (OKI) adalah organisasi negara-negara muslim yang didirikan tanggal  25 September 1969 di kota Rabat, Kerajaan Maroko sebagai reaksi atas pendudukan Israel diwilayah Al-Aqsa, Palestina Anggota OKI terdiri dari 57 negara-negara muslim yang tersebar di seluruh dunia. Sekretariat Jendral OKI berada di Jeddah, Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn17" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref17" name="_ftn17"&gt;[17]&lt;/a&gt;     Lihat https//www.cia.gov./cia/publications/factbook/feilds/2128.html&lt;br /&gt;        lihat Federasi Internasional  Palang Merah dan Bulan Sabit Merah :www.ifrc.org &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn18" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref18" name="_ftn18"&gt;[18]&lt;/a&gt;     Lihat https//www.cia.gov./cia/publications/factbook/feilds/2128.html&lt;br /&gt;        lihat Federasi Internasional  Palang Merah dan Bulan Sabit Merah :www.ifrc.org &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn19" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref19" name="_ftn19"&gt;[19]&lt;/a&gt;     Lihat http//en.wikipedia.org/wiki/Constitution_of_Turkey&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn20" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref20" name="_ftn20"&gt;[20]&lt;/a&gt;     Sebagian besar negara-negara muslim lahir Pasca PD II, sebagai contoh : Pakistan (1947), Bangladesh  (1971), Somalia (1960), Mauritania (1960), UEA (1971) dan Kazakhstan (1991)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn21" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref21" name="_ftn21"&gt;[21]&lt;/a&gt;     Lihat website Palang Merah Indonesia : &lt;a href="http://www.palangmerah.org/sejarah_pmi.asp?stat=ina"&gt;http://www.palangmerah.org/sejarah_pmi.asp?stat=ina&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn22" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref22" name="_ftn22"&gt;[22]&lt;/a&gt;     Ibid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn23" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref23" name="_ftn23"&gt;[23]&lt;/a&gt;     Ibid&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn24" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref24" name="_ftn24"&gt;[24]&lt;/a&gt;     Perhimpunan Bulan Sabit Turki dibentuk sejak tanggal 11 Juni 1868 dengan nama  Hilal-i Ahmer Cemiyeti, pada saat Pemerintahan Kemal Attaturk, nama tersebut dirubah menjadi kizilay, dengan arti yang sama, yaitu Bulan sabit Merah Turki. Sedangkan Perhimpunan Bulan sabit Mesir dibentuk sejak tahun 1912. lihat situs perhimpunan Palang Merah Mesir : http://www.egyptianrc.org/English/index_en.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn25" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3675038267763520465#_ftnref25" name="_ftn25"&gt;[25]&lt;/a&gt;     Ibid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3675038267763520465-506393988218108818?l=indonesianredcrescent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/feeds/506393988218108818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2008/10/bulan-sabit-merah-untuk-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/506393988218108818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3675038267763520465/posts/default/506393988218108818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesianredcrescent.blogspot.com/2008/10/bulan-sabit-merah-untuk-indonesia.html' title='Bulan Sabit Merah untuk Indonesia'/><author><name>Indonesian Red Crescent</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15897107140118711383</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_b43Azabs_iM/SQV1YMdGsAI/AAAAAAAAAAM/o4EjoS49rIw/S220/LAMBANG+BSMI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
